Casio mengambil arah yang lebih tenang untuk G-Shock 2100 lewat koleksi Luxe Black. Alih-alih tampil ramai, empat model baru ini justru mengandalkan desain serba hitam yang minimalis dan terasa lebih rapi.
Langkah ini menarik karena fokus utamanya bukan pada fitur tambahan, melainkan pada perubahan karakter visual. Setelah lebih dulu meluncur di Jepang, koleksi ini kini resmi dijual di Amerika Serikat.
Wajah baru G-Shock 2100
Seri 2100 tetap mempertahankan bezel oktagonal khasnya, tetapi Casio memberi pendekatan yang lebih bersih pada dial. Permukaan hitam bertekstur dipakai untuk menyerap cahaya dan mengurangi silau, sementara jarum jam dan menit dibuat lebih tipis agar tampilan tetap tertata.
Penanda jam juga mendapat sentuhan metalik halus melalui proses vapor deposition. Hasilnya, koleksi ini tetap terlihat premium tanpa meninggalkan identitas G-Shock yang tangguh.
2 kelas material, 4 model
Casio membagi Luxe Black ke dalam dua kelompok berdasarkan material casing. Dua model memakai resin, sedangkan dua model lain hadir dengan bezel stainless steel berlapis black ion plating.
| Model | Material utama | Bobot | Harga |
|---|---|---|---|
| GA-2100LXB-1A | Resin berbasis bio, Carbon Core Guard | 51 gram | $145 |
| GA-2100LXB-1A9 | Resin berbasis bio, Carbon Core Guard | 51 gram | $145 |
| GM-2100LXB-1A | Bezel stainless steel black ion plated, strap resin bio-based | 72 gram | $260 |
| GM-2100LXB-1A9 | Bezel stainless steel black ion plated, strap resin bio-based | 72 gram | $260 |
Model GA-2100LXB dipasarkan seharga $145 dan memakai struktur Carbon Core Guard standar Casio. Dengan bobot 51 gram, varian ini hadir sebagai opsi paling ringan di antara empat model yang dirilis.
Casio juga menyediakan dua pilihan aksen dial, yaitu perak untuk varian 1A dan emas untuk varian 1A9. Keduanya memakai strap resin berbasis bio, sehingga tetap menjaga tampilan yang senada dengan tema serba hitam.
Di sisi lain, GM-2100LXB ditujukan untuk pengguna yang menginginkan kesan lebih padat di pergelangan tangan. Dengan bezel stainless steel yang diberi black ion plating, bobotnya naik menjadi 72 gram dan harganya berada di $260.
Seperti versi resin, model metal-clad ini juga tersedia dalam dua pilihan aksen marker, yakni perak dan emas. Perbedaan utamanya tetap ada pada material, bobot, dan nuansa visual yang lebih solid.
Fitur inti tetap dipertahankan
Keempat model Luxe Black memakai spesifikasi internal yang sama. Casio membekalinya dengan dua baterai SR726W yang diperkirakan bisa bertahan sekitar tiga tahun.
Tidak ada Bluetooth, tidak ada fitur pintar, dan tidak ada pengisian Tough Solar. Casio justru mempertahankan pendekatan digital-analog konvensional dengan fitur dasar yang sudah umum pada G-Shock.
Semua model mendukung water resistance 200 meter dan perlindungan shock resistance. Fitur tambahannya mencakup stopwatch, countdown timer 24 jam, lima alarm harian, world time untuk 31 zona waktu, dan lampu LED ganda.
Lampu LED ganda itu berfungsi menerangi jarum analog sekaligus layar digital kecil agar tetap terbaca dalam kondisi gelap. Dengan paket seperti ini, Luxe Black lebih menekankan gaya dan kepraktisan ketimbang fitur pintar.
Koleksi ini sudah tersedia melalui situs resmi Casio di AS. Bagi penggemar G-Shock 2100 yang mencari tampilan understated, keempat model ini menawarkan dua arah pilihan: resin yang ringan atau metal-clad yang terasa lebih kokoh.
