Florentino Perez kembali memegang kendali Real Madrid CF setelah menang dalam pemilihan presiden yang digelar pada Minggu, 7 Juni 2026. Kemenangan atas Enrique Riquelme itu membuka masa jabatan ketiga Perez di kursi tertinggi manajemen Los Blancos dan menegaskan betapa kuatnya pengaruhnya di klub.
Pemilihan ini tidak hanya soal kursi presiden, tetapi juga soal arah masa depan Real Madrid. Di saat kubu lawan sempat mendorong perubahan besar, Perez justru kembali memperkuat posisi lama yang selama ini identik dengan ambisi olahraga dan kekuatan bisnis.
Pemilihan yang memanas
Proses pemungutan suara berlangsung setelah Perez memanggilnya sendiri sejak tiga pekan lalu. Meski hasil akhir sudah banyak mengarah ke kemenangan petahana, suasana di arena pemilihan tetap memunculkan ketegangan.
Kubu Riquelme mengonfirmasi adanya sanggahan terhadap sekitar 1.000 surat suara pos karena ditemukan stempel ganda. Mereka mengkhawatirkan surat suara itu sempat dibuka ulang atau mengalami manipulasi, sementara 400 suara sudah dibatalkan dan 600 lainnya masih menunggu validasi.
Ketegangan juga terlihat saat penghitungan suara di Autocine de Madrid. Sekitar seratus pendukung Riquelme menyuarakan protes kepada perusahaan rival, dan seruan “Las manos de ACS fuera del Madrid” terdengar di lokasi penghitungan seperti dilaporkan Infobae.
Dominasi lama yang kembali ditegaskan
Perez bukan sosok baru di Real Madrid. Ia pertama kali memimpin klub pada 2000 selama enam musim, lalu kembali terpilih pada 2009, dan melanjutkan posisinya lewat pemilihan tanpa kompetitor pada Januari 2025.
Kemenangan terbaru ini memperkuat lagi struktur kekuatan yang bertumpu pada namanya. Sebagai pemilik grup ACS, Perez kembali membawa pengaruh besar ke dalam arah kebijakan olahraga dan bisnis Real Madrid.
Janji perubahan yang tak terwujud
Hasil pemilihan ini juga menutup peluang janji-janji kampanye Riquelme untuk segera mengubah wajah tim. Ia sebelumnya berencana mendatangkan Erling Haaland dan Rodri Hernandez, serta membentuk struktur manajemen yang melibatkan Iker Casillas, Raul Gonzalez, dan Fernando Hierro.
Di sisi lain, Perez sudah bergerak dengan agenda berbeda. Ia menyiapkan target transfer Denzel Dumfries dan Ibrahima Konate, peluang kembalinya Jose Mourinho sebagai pelatih, serta rencana belanja pemain bintang baru senilai 150 juta euro.
Era uang besar belum berhenti
Kemenangan Perez juga menegaskan bahwa Real Madrid masih berjalan dengan modal finansial yang sangat kuat. Klub itu menjadi yang pertama melampaui pendapatan satu miliar euro, dengan rekor 1.185 juta euro pada musim 2024-2025 dan laba bersih 24 million euro.
Laporan The European Elite 2026 oleh Football Benchmark juga menempatkan nilai Real Madrid di angka 7.725 juta euro. Angka itu disebut meningkat 116 persen dalam satu dekade terakhir, menunjukkan pertumbuhan yang terus menguat di bawah kepemimpinan Perez.
Partisipasi anggota tetap tinggi
Berdasarkan laporan resmi hingga pukul 17.00 waktu setempat, jumlah pemilih mencapai 23.593 anggota atau sekitar 31,37 persen dari total daftar pemilih tetap. Angka ini menunjukkan pemungutan suara berlangsung dengan keterlibatan anggota yang besar di tengah situasi yang sempat memanas.
Kubu Riquelme juga menyatakan bahwa presiden Grupo Cox tersebut akan memberikan keterangan resmi kepada media setelah hasil resmi pertama diumumkan. Dengan hasil yang memastikan Perez kembali terpilih, Real Madrid kini memasuki fase baru yang tetap bertumpu pada kepemimpinan lama dan agenda investasi besar yang sudah disiapkan.







