30 Negara Turun di Banten, FIP Bronze Menguji Mental dan Kualitas Padel Indonesia

Author: Cung Media

Kehadiran atlet dari sekitar 30 negara membuat FIP Bronze Series Banten 2026 lebih dari sekadar turnamen di dalam negeri. Ajang ini menjadi ujian nyata bagi Padel Indonesia untuk mengukur kualitas permainan dan kesiapan mental atlet saat menghadapi lawan berstandar internasional.

Sebanyak 141 pasangan dari Asia dan Eropa bertarung memperebutkan gelar dalam kompetisi yang berlangsung pada 13-19 Juli. Komposisi peserta didominasi negara Asia dengan porsi sekitar 70 persen, sementara sekitar 30 persen peserta berasal dari Eropa.

Persaingan yang Mempertemukan Beragam Gaya Bermain

Keberagaman asal pemain membuat persaingan di Banten memiliki nilai penting bagi atlet tuan rumah. Pemain Indonesia mendapat kesempatan melihat langsung perbedaan kualitas, pola permainan, dan tuntutan pertandingan di level internasional.

Ketua Umum PBPI Banten Ardian Satya Negara menilai turnamen tersebut sebagai langkah besar bagi perkembangan padel di provinsi itu. Menurutnya, sukses penyelenggaraan FIP Bronze Series Banten dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan daya saing daerah di panggung internasional.

“Kami sangat bersyukur FIP Bronze Series Banten yang berlangsung pada 13–19 Juli dapat berjalan dengan sukses. Ajang ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Banten, tetapi juga diharapkan menjadi titik awal agar olahraga padel di daerah ini semakin berkembang dan memiliki daya saing di tingkat internasional,” ujar Ardian.

Ardian menyebut seri Banten memiliki karakter berbeda dibanding seri Jakarta karena melibatkan lebih banyak pemain internasional. Kondisi itu membuat pertandingan menjadi lebih ketat sekaligus memberi pengalaman yang lebih besar bagi peserta lokal.

Pertandingan melawan pemain dari luar negeri dinilai dapat menjadi bekal penting untuk pembinaan atlet. Atlet Indonesia dapat mempelajari kualitas permainan lawan internasional sebagai bahan untuk meningkatkan prestasi pada masa mendatang.

Daftar Juara FIP Bronze Series Banten 2026

Perebutan gelar memperlihatkan kuatnya kehadiran pasangan Eropa di babak akhir turnamen. Gelar putri dimenangi pasangan Jerman-Belanda, sedangkan sektor putra dikuasai pasangan asal Spanyol.

Kategori Juara Runner-up
Putri Victoria Kurz (Jerman) / Marcella Koek (Belanda) E. Terranova (Italia) / A. Neizvestnaya (Rusia)
Putra Carlos Martí (Spanyol) / Marc Bernils Garcia (Spanyol) Pablo Pastor Landaburu (Spanyol) / Kevin Kviatkovski (Argentina)

Hasil tersebut menegaskan bahwa mayoritas peserta dari Asia tidak otomatis menghilangkan dominasi pemain Eropa dalam perebutan titel. Pertemuan pemain dari berbagai negara justru menjadi salah satu nilai utama turnamen bagi atlet maupun penyelenggara.

Pembinaan Atlet Jadi Fokus Setelah Turnamen

PBPI Banten menyatakan akan melanjutkan program pembinaan atlet setelah penyelenggaraan turnamen internasional ini. Organisasi tersebut juga berencana menggelar lebih banyak kompetisi dan memperkuat kolaborasi dengan PBPI Pusat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PBPI Pusat atas dukungan penuh sehingga turnamen ini dapat terselenggara dengan baik. Ke depan, kami akan terus menghadirkan berbagai program pembinaan, menggelar lebih banyak turnamen, serta memperkuat kolaborasi dengan PBPI Pusat agar perkembangan padel di Banten semakin pesat,” kata Ardian.

Sekretaris Jenderal KONI Pusat Tubagus Ade Lukman mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia menilai partisipasi dari sekitar 30 negara menunjukkan Banten mampu menjadi tuan rumah kejuaraan internasional yang berkualitas.

Tubagus berharap ajang bertaraf internasional dapat lebih sering digelar di Indonesia agar atlet terbiasa menghadapi pemain kelas dunia. Menurutnya, frekuensi kompetisi seperti ini dibutuhkan untuk memperkuat kualitas permainan sekaligus mental bertanding atlet Indonesia.

Laporan VIVA mencatat keberagaman peserta dari Asia dan Eropa turut memperkuat posisi Banten sebagai lokasi penyelenggaraan turnamen padel internasional. Bagi PBPI Banten, capaian tersebut menjadi dasar untuk meneruskan kompetisi dan pembinaan di daerah.

Source: www.viva.co.id
Terbaru