Indonesia menempatkan dua tim mahasiswa dalam enam kelompok finalis Developing Solutions for Developing Countries Product Development Competition. Ajang pengembangan produk pangan global ini menjadi bagian dari IFT FIRST 2026 di Chicago, Amerika Serikat.
Capaian tersebut mempertemukan delegasi Indonesia dengan finalis dari Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko. Dua inovasi yang dibawa memanfaatkan bahan yang dekat dengan persoalan pangan lokal, yaitu limbah pohon sagu, dedak, serta limbah kedelai atau okara.
Tim dari IPB University mengusung gagasan papeda kemasan berbasis pemanfaatan limbah pohon sagu. Sementara mahasiswa SCU Semarang mengembangkan bihun kemasan dari dedak dan okara.
| Universitas | Bahan yang Dimanfaatkan | Produk Inovasi | Fokus Manfaat |
|---|---|---|---|
| IPB University | Limbah pohon sagu | Papeda kemasan | Peluang UMKM pangan di Maluku Utara |
| SCU Semarang | Dedak dan okara | Bihun kemasan | Pemanfaatan limbah pangan lokal |
Solusi dari Bahan Pangan Lokal
Papeda kemasan yang dikembangkan tim IPB University diarahkan untuk membuka peluang usaha mikro, kecil, dan menengah di bidang pangan. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal di Maluku Utara.
Di sisi lain, bihun kemasan dari SCU Semarang berangkat dari bahan yang selama ini berpotensi menjadi limbah. Dedak serta okara diolah menjadi produk yang terkait dengan kebiasaan konsumsi masyarakat Indonesia terhadap nasi, tahu, dan tempe.
Kedua tim lolos melalui seleksi proposal yang diikuti peserta dari berbagai negara. Pada tahap final, mereka mempresentasikan inovasi dan hasil penelitian di hadapan dewan juri internasional serta komunitas ilmu pangan global.
Kompetisi untuk Negara Berkembang
DSDC Product Development Competition diselenggarakan oleh Institute of Food Technologists Student Association atau IFTSA dengan dukungan Cargill. Kompetisi ini mendorong mahasiswa merancang solusi produk bagi tantangan pangan yang dihadapi negara berkembang.
Menurut Kompas.com, hanya enam kelompok dari empat negara yang mencapai babak akhir pada penyelenggaraan kali ini. Posisi dua tim Indonesia di antara finalis menandai keterlibatan mahasiswa nasional dalam kompetisi pangan berskala internasional.
IFT FIRST merupakan kependekan dari Food Improved by Research, Science, and Technology. Forum tahunan ini mempertemukan kalangan akademik, industri, dan pemerintah untuk membahas inovasi yang dapat membentuk masa depan sistem pangan global.
Pertemuan dengan Industri dan Peneliti Global
Rangkaian IFT FIRST 2026 dijadwalkan berlangsung pada 12–15 Juli 2026 di McCormick Place Convention Center, Chicago. Selain kompetisi, delegasi Indonesia mendapat kesempatan mengikuti sesi ilmiah, kegiatan jejaring, dan pameran teknologi pangan.
Pameran tersebut diikuti ratusan perusahaan dan organisasi yang menampilkan bahan baku, teknologi, serta solusi untuk industri makanan dan minuman. Sejumlah peserta yang disebutkan meliputi Cargill, Kraft Heinz, Mondelez International, Ingredion, Bunge, General Mills, Coca-Cola, Danone, Ferrero, Hershey, Kellanova, dan Conagra Brands.
Kehadiran pelaku industri memberi ruang bagi mahasiswa untuk melihat perkembangan sektor pangan secara langsung. Forum ini juga dapat membuka peluang jejaring dengan calon mitra riset maupun pemberi kerja di bidang makanan dan minuman.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Chicago memberikan dukungan serta fasilitasi bagi delegasi selama mengikuti kegiatan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempromosikan talenta Indonesia di tingkat internasional dan mendorong keterlibatan mereka dalam rantai pasok global.
Pengalaman kompetisi internasional dapat memperluas akses mahasiswa ke universitas, lembaga riset, dan industri pangan global. KJRI Chicago berharap lebih banyak mahasiswa Indonesia mengikuti IFT FIRST serta forum ilmiah internasional serupa di masa mendatang.
