Ferrari 849 Testarossa Bawa 1.050 HP, 0-100 Km/Jam di Bawah 2,3 Detik

Ferrari 849 Testarossa memasuki pasar Indonesia dengan tenaga gabungan 1.050 HP dan akselerasi 0-100 km/jam kurang dari 2,3 detik. Super sports berlinetta plug-in hybrid ini diposisikan sebagai penerus peran SF90 Stradale di puncak lini performa produksi Ferrari.

Angka tersebut menempatkan 849 Testarossa sebagai model yang menggabungkan performa ekstrem dengan sistem elektrifikasi. Mobil ini juga diklaim mampu mencapai 200 km/jam dalam 6,3 detik dengan rasio bobot terhadap tenaga 1,50 kg/cv.

Perpaduan V8 dan Tiga Motor Listrik

Jantung penggeraknya mengandalkan mesin V8 twin-turbo yang menghasilkan 830 cv atau setara 819 HP. Tenaga itu dipadukan dengan tiga motor listrik yang menyumbang tambahan 220 cv atau sekitar 217 HP.

Dua motor listrik ditempatkan di gandar depan untuk membentuk sistem penggerak empat roda atau AWD. Sementara itu, motor listrik MGU-K di poros belakang membawa teknologi yang berkaitan dengan pengalaman Ferrari di Formula 1.

KomponenSpesifikasiFungsi
Mesin bensinV8 twin-turbo, 830 cvSumber tenaga utama
Motor listrik depan2 unitMenggerakkan roda depan
Motor listrik belakangMGU-KMenambah dorongan poros belakang
Output gabungan1.050 HPTenaga total sistem hibrida

Mesin pembakaran 849 Testarossa telah dirancang ulang dan memakai turbocharger terbesar yang pernah dipasang Ferrari pada mobil produksi massal. Konfigurasi tersebut dirancang untuk memberi dorongan besar tanpa menghilangkan karakter penggerak empat roda dari sistem hibridanya.

Menurut informasi yang dimuat Oto.com, mobil ini menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 7,45 kWh. Baterai tersebut memungkinkan mode eDrive dengan jarak tempuh hingga 25 kilometer menggunakan tenaga listrik murni.

Mode eDrive memberi pilihan berkendara tanpa mengaktifkan mesin V8 selama daya baterai masih tersedia. Fungsi ini membuat supercar hybrid tersebut dapat melaju lebih senyap ketika menghadapi lalu lintas padat atau keluar dari area perumahan.

Desain Twin-Tail dengan Downforce Besar

Ferrari membentuk eksterior 849 Testarossa dengan inspirasi dari mobil balap Sports Prototypes era 1970-an. Bodi geometris dan garis tegasnya dipadukan dengan arsitektur belakang twin-tail sebagai identitas visual utama.

Bagian belakang juga dilengkapi active rear spoiler yang dapat mengubah sudut kemiringan dalam waktu kurang dari satu detik. Sistem ini menghasilkan downforce hingga 415 kg pada kecepatan 250 km/jam.

Tekanan aerodinamis tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas ketika mobil dipacu dan melibas tikungan. Peran itu menjadi penting karena tenaga dari mesin V8 serta motor listrik disalurkan ke empat roda.

FIVE Mengatur Respons Sasis secara Real-Time

Pengendalian sasis ditopang Ferrari Integrated Vehicle Estimator atau FIVE, yang bekerja sebagai digital twin kendaraan. Sistem ini membaca kecepatan, sudut setir, dan pergerakan mobil secara real-time untuk memperkirakan kondisi cengkeraman ban.

Data dari FIVE digunakan untuk membantu pengaturan kendaraan secara lebih presisi saat bermanuver. Sistem tersebut dipadukan dengan ABS Evo terbaru guna mendukung stabilitas dan kontrol mobil.

Meski memakai rangkaian hibrida yang kompleks, bobot kering Ferrari 849 Testarossa tercatat 1.570 kg. Angka itu sama dengan bobot kering SF90 Stradale yang perannya digantikan oleh model ini.

Nama Lama, Kabin yang Lebih Modern

Nama Testarossa menghidupkan kembali salah satu identitas paling kuat dalam sejarah Ferrari. Sebutan itu berakar dari Ferrari 500 TR tahun 1956 yang dikenal melalui penutup katup mesin berwarna merah, atau testa rossa yang berarti kepala merah.

Nama tersebut kembali melekat pada model Testarossa era 1984 yang tampil dalam serial Miami Vice. Pada 849 Testarossa, warisan itu diterjemahkan ke dalam bentuk berlinetta hibrida dengan pendekatan teknologi yang jauh lebih modern.

Kabin mengusung dasbor horizontal dan tata letak monitor konsol tengah yang terinspirasi dari Ferrari F80. Setir baru kembali memakai tombol fisik mekanis, termasuk tombol Engine Start berwarna merah.

Fitur konektivitasnya meliputi Apple CarPlay, Android Auto, pengisian daya nirkabel, serta pemantauan jarak jauh melalui aplikasi MyFerrari Connect. Bagi pemilik yang lebih memprioritaskan lintasan sirkuit, Ferrari juga menyediakan paket Assetto Fiorano untuk pengurangan bobot dan peningkatan traksi vertikal.

Source: www.oto.com
Terkait