FBI memperingatkan munculnya kelompok teroris digital baru bernama 764 yang disebut aktif merekrut dan memanipulasi anak-anak lewat ruang online. Kelompok ini diduga bergerak lewat media sosial, game online, hingga dark web, dengan pola yang sulit terlihat sejak awal.
Yang membuat ancaman ini mengkhawatirkan adalah usia korban yang disebut bisa sangat muda, bahkan sekitar 9 tahun. FBI menilai pendekatan mereka tidak selalu muncul dalam bentuk ancaman terbuka, melainkan lewat pertemanan palsu yang pelan-pelan menjebak korban.
Cara 764 Menjebak Korban
Menurut FBI, anggota 764 menggunakan identitas palsu untuk membangun hubungan dengan anak-anak dan remaja secara online. Setelah kepercayaan terbentuk, korban didorong membuat pornografi anak, melukai diri sendiri, menyakiti hewan peliharaan, hingga menyerang orang yang dicintai.
Video dan gambar dari tindakan itu kemudian dipakai sebagai alat pemerasan. Materi tersebut juga dibagikan di antara anggota kelompok, sehingga eksploitasi tidak berhenti pada satu korban saja.
Letnan Kolonel David Cook dari Kantor Polisi Marshall County mengatakan kelompok itu meminta korban menyakiti diri sendiri, keluarga, atau masyarakat. Ia juga mendesak orang tua untuk mengawasi perilaku dan aktivitas online anak-anak agar tidak menjadi sasaran.
Waspada Perubahan Perilaku dan Jejak Digital
FBI meminta orang tua memperhatikan perubahan perilaku mendadak, seperti anak menjadi pendiam, murung, atau mudah tersinggung. Tanda lain yang disorot termasuk perubahan penampilan, kebiasaan makan dan tidur, serta anak yang mendadak menarik diri dari kegiatan.
Waspada juga jika ada teman online baru yang membuat anak tampak terpesona atau justru takut. Penerimaan hadiah anonim, baik berupa barang kiriman, mata uang, mata uang game, maupun item virtual, juga disebut sebagai tanda yang patut dicermati.
Luka Fisik dan Perilaku Ekstrem
FBI turut menyoroti tanda fisik seperti bekas luka berpola, luka sayat, goresan, memar, bekas gigitan, luka bakar, atau luka baru lainnya. Tanda lain mencakup ukiran pada kulit, kebiasaan memakai lengan panjang atau celana panjang di cuaca panas, hingga menulis dengan darah atau cairan yang tampak seperti darah.
Ancaman bunuh diri, pembicaraan terbuka tentang kematian, atau pengidealan penembakan massal juga masuk daftar peringatan. FBI juga mengingatkan soal hewan peliharaan yang terluka atau mati dalam keadaan mencurigakan, termasuk hewan yang tiba-tiba takut atau menghindari anak.
Peringatan Sudah Disampaikan ke Penegak Hukum Daerah
Kantor Polisi Marshall County dan lembaga penegak hukum Mississippi lainnya sudah mendapat pengarahan dari FBI dalam pertemuan puncak penegak hukum tingkat negara bagian di dekat Jackson pada akhir Mei. Setelah itu, kepolisian setempat memposting peringatan di media sosial meski belum menangani kasus terkait 764.
FBI menyebut kasus seperti ini sudah dilaporkan di beberapa negara bagian lain. Karena itu, orang tua diminta tidak hanya mengawasi isi percakapan anak, tetapi juga platform yang mereka gunakan sehari-hari.
Penangkapan dan Dakwaan di AS
Departemen Kehakiman AS sebelumnya melaporkan penangkapan dua pemimpin 764 pada Mei. Dalam pembaruan di situs resminya tertanggal 15 Juni 2026, DOJ juga menyebut ada anggota baru yang diamankan.
Shawn Krishendat Premsook, 26 tahun, dari Clermont, Florida, mengaku bersalah atas dua dakwaan distribusi pornografi anak dan dua dakwaan kepemilikan pornografi anak. Berdasarkan fakta pemerintah, ia menjadi anggota 764 dan kelompok Ekstremis Kekerasan Nihilistik lain selama kurang lebih dua tahun.
Selama periode itu, Premsook disebut memeras anak di bawah umur agar melakukan tindakan menyakiti diri sendiri. Ia juga disebut menyebabkan seorang gadis di bawah umur melukai dirinya sendiri dan menggunakan darahnya untuk menulis pesan, lalu mengumpulkan serta mendistribusikan gambar dan video kekerasan serta pornografi anak yang menjadi korban 764.
DOJ menyebut 764 dan kelompok terkait terlibat dalam tindakan kriminal di AS dan bekerja dengan ekstremis lain di luar negeri. Jaringan ini disebut punya tujuan akselerasionis untuk menimbulkan keresahan sosial dan meruntuhkan tatanan dunia saat ini, termasuk Pemerintah AS.
