Fajar/Fikri Ditantang Juara Dunia di Final Japan Open usai Semifinal Menguras Tenaga

Author: Cung Media

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menghadapi ujian besar di final Japan Open 2026 setelah melewati semifinal yang menguras tenaga. Mereka akan berhadapan dengan Kim Won Ho/Seo Seung Jae, pasangan Korea Selatan yang berstatus juara dunia dan disebut Fajar sebagai pasangan nomor satu dunia.

Partai puncak ini menjadi kesempatan Fajar/Fikri mengukur hasil latihan mereka di tengah jadwal yang padat. Tantangannya bukan hanya kualitas lawan, tetapi juga bagaimana keduanya memulihkan kondisi setelah duel tiga gim di Tokyo Metropolitan Gymnasium.

Final Beruntun di Turnamen Super 750

Langkah ke final Japan Open membuat Fajar/Fikri mencatatkan final Super 750 secara beruntun. Sebelum tampil di Tokyo, mereka juga mencapai partai puncak Singapore Open.

Fajar menyambut pencapaian tersebut dengan rasa syukur, terlebih karena kemenangan semifinal diraih atas pasangan tuan rumah. Ia menilai keberhasilan menembus dua final beruntun menjadi hasil penting bagi pasangan Indonesia itu.

“Yang pasti senang ya bisa final di Japan Open menghadapi pasangan tuan rumah dan diakhiri dengan kemenangan. Ini menjadi back to back final Super 750 (sebelumnya di Singapore Open) buat kami, alhamdulillah sangat bersyukur,” ujar Fajar dalam keterangannya melalui federasi.

Tahap Lawan Hasil/Jadwal
Semifinal Takuro Hoki/Yugo Kobayashi Menang 21-14, 19-21, 21-18
Final Kim Won Ho/Seo Seung Jae Minggu, 19/7/2026

Semifinal Ketat Melawan Wakil Tuan Rumah

Fajar/Fikri memastikan tiket final setelah menyingkirkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi pada semifinal, Sabtu (18/7). Mereka menang 21-14, 19-21, 21-18 dalam pertandingan yang berubah arah pada setiap gim.

Fajar mengakui pasangan Jepang mampu mengubah pola permainan sehingga pertandingan menjadi semakin sulit. Situasi itu membuat duel semifinal berlangsung melelahkan, terutama setelah pertandingan harus ditentukan melalui gim ketiga.

Fikri melihat kemampuan menjaga fokus menjadi faktor penting saat menghadapi tekanan dari lawan. Ia mengatakan dukungan antara pasangan dan pelatih membantu mereka tetap percaya diri serta bermain lebih rileks.

Pukulan Awal Jadi Kunci Duel Ganda Putra

Menurut Fikri, perebutan kendali permainan dalam ganda putra sering dimulai dari dua pukulan pertama. Pasangan yang lebih dahulu menguasai fase itu dinilai memiliki peluang lebih besar untuk membangun serangan dan merebut poin.

“Kuncinya di pukulan awal 1-2 nya, siapa yang bisa lebih pegang dialah yang bisa lebih mudah dapat poin,” kata Fikri. Prinsip tersebut akan kembali penting saat mereka menghadapi Kim/Seo dalam laga perebutan gelar.

Final Japan Open menjadi pertemuan kelima antara kedua pasangan. Rekor pertemuan masih memihak Kim Won Ho/Seo Seung Jae dengan keunggulan 3-1 atas Fajar/Fikri.

Pertemuan terakhir terjadi pada final French Open 2025. Pada laga tersebut, Fajar/Fikri kalah melalui pertandingan rubber game, sehingga duel di Tokyo membuka peluang baru untuk menghadapi lawan yang sama di final.

Recovery Menjelang Laga Penentuan

Fajar menegaskan kelelahan dari semifinal tidak boleh menjadi alasan saat memasuki final pada Minggu (19/7/2026). Pemulihan fisik menjadi fokus utama agar Fajar/Fikri dapat tampil fit dan segar di pertandingan penentuan.

“Kami ingin mengukur bagaimana latihan kami selama ini untuk menghadapi pasangan nomor 1 dunia. Kami mau menyiapkan, recovery sebaik mungkin untuk malam ini karena memang melelahkan hari ini tapi itu bukan jadi alasan untuk besok,” ujar Fajar.

Menurut sport.detik.com, final ini akan menentukan apakah perjalanan Fajar/Fikri dari semifinal ketat berujung gelar Japan Open 2026. Keduanya kini hanya menyisakan satu pertandingan untuk membuktikan kesiapan menghadapi pasangan juara dunia tersebut.

“Semoga besok kami bisa fit dan bisa fresh untuk bisa memenangkan pertandingan,” kata Fajar. Kondisi fisik, penguasaan pukulan awal, dan ketenangan pada momen krusial akan menjadi bagian penting dalam duel final itu.

Source: sport.detik.com
Terbaru