Borneo FC Samarinda menghadapi perubahan besar setelah Fabio Lefundes resmi berpisah dari kursi pelatih kepala. Keputusan itu menutup satu musim yang hampir membawa Pesut Etam ke gelar juara Liga Indonesia.
Yang membuat kabar ini terasa penting, perpisahan tersebut tidak dipicu oleh masalah performa tim. Manajemen klub menyebut alasan pribadi dari pelatih asal Brasil itu sebagai dasar berakhirnya kerja sama, dan kedua pihak menyepakatinya secara resmi.
Lefundes hanya menangani Borneo FC selama satu musim kompetisi. Ia datang pada awal musim 2025/2026 untuk menggantikan Joaquin Gomez dan langsung memikul ekspektasi besar dari suporter yang sempat meragukan kehadirannya.
Keraguan itu perlahan berubah ketika Borneo FC tampil stabil di papan atas. Tim asal Samarinda tersebut menutup musim di peringkat kedua klasemen akhir dengan 79 poin, hasil yang membuat mereka bertahan dalam persaingan gelar sampai kompetisi berakhir.
Secara poin, Borneo FC sejatinya sama dengan Persib Bandung yang keluar sebagai juara. Namun, Pesut Etam harus puas di posisi runner-up karena kalah head-to-head.
Kepergian Lefundes juga diikuti dua asistennya, Joao Pedro dan Vinicius Alves. Dengan demikian, Borneo FC tidak hanya kehilangan pelatih kepala, tetapi juga seluruh struktur kepelatihan utama yang menopang perjalanan mereka sepanjang musim.
Manajemen klub menyatakan menghormati keputusan mundur yang diambil Lefundes. Mereka juga memberikan apresiasi atas kontribusinya selama memimpin tim di Liga Indonesia.
Ucapan perpisahan yang meninggalkan kesan
Melalui akun Instagram pribadinya, Lefundes menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Samarinda dan para pendukung Borneo FC. Ia mengapresiasi sambutan hangat, kasih sayang, dan dukungan yang diterimanya selama menjalani musim bersama klub.
Dalam unggahannya, Lefundes juga menegaskan rasa bangga atas kerja keras tim yang dibangun bersama. Ia menyebut Borneo FC akan selalu memiliki tempat khusus di hatinya setelah perjalanan satu musim tersebut.
Bagi Borneo FC, tantangan berikutnya kini ada pada pencarian pelatih baru yang mampu menjaga konsistensi tim. Fondasi kompetitif yang sudah terbentuk harus diteruskan agar mereka tetap berada di jalur bersaing pada musim berikutnya.







