Pasokan batu bara untuk pembangkit PLN mendapat tambahan kuota dari Kementerian ESDM. Kebijakan ini dipasang untuk menjaga suplai tetap aman dan menekan risiko gangguan listrik di sistem Jawa.
Di saat yang sama, PLN menyatakan penguatan sistem kelistrikan sudah berjalan. Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, bahkan memastikan tidak ada lagi pemadaman listrik di Jawa.
Tambahan kuota difokuskan ke PLN
Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan tambahan kuota produksi batu bara itu hanya untuk kebutuhan operasional pembangkit PLN. Pemerintah, kata dia, ingin menjaga stabilitas pasokan tanpa membuat pasar internasional mengalami kelebihan suplai.
Tri juga menyampaikan bahwa pemerintah tidak ingin menahan produksi batu bara jika hal itu justru memicu persoalan pasokan bagi pembangkit. Karena itu, tambahan kuota diarahkan untuk mengejar kebutuhan dalam negeri, bukan mendorong oversupply di pasar luar negeri.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Tambahan kuota batu bara | Untuk memenuhi kebutuhan operasional pembangkit PLN |
| Tujuan kebijakan | Menjaga stabilitas pasokan dan menghindari oversupply |
| Revisi RKAB | Pengusaha tambang dipersilakan mengajukan hingga 31 Juli |
Tri mempersilakan para pengusaha tambang yang ingin mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya atau RKAB sampai 31 Juli. Namun, tambahan kuota yang menjadi perhatian pemerintah tetap dipusatkan untuk kebutuhan PLN.
PLN perkuat suplai dan retrofit pembangkit
Darmawan menjelaskan bahwa penguatan jangka pendek dilakukan lewat tambahan batu bara berkalori di atas 4.500 kcal per kg. Menurut dia, pada Juli ini PLN menerima tambahan 1,8 juta ton, lalu Agustus sampai Desember mendapat tambahan sekitar 3 juta ton dari pasokan existing.
Selain mengamankan suplai, PLN juga menyiapkan modifikasi atau retrofit pembangkit listrik tenaga uap agar bisa menggunakan batu bara berkalori rendah. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah pemadaman bergilir ketika pasokan dan spesifikasi batu bara berubah.
| Langkah PLN | Detail | Dampak |
|---|---|---|
| Tambahan suplai batu bara | Kalori di atas 4.500 kcal per kg | Menopang operasi pembangkit dalam jangka pendek |
| Tambahan pasokan Juli | 1,8 juta ton | Memperkuat suplai pada periode awal |
| Tambahan pasokan Agustus-Desember | Sekitar 3 juta ton | Menjaga kesinambungan suplai dari pasokan existing |
| Retrofit PLTU | Untuk batu bara berkalori rendah | Mengurangi risiko pemadaman bergilir |
PLN merujuk keberhasilan retrofit PLTU Suralaya 6 dan 7 sebagai contoh. Dua unit itu kini bisa menggunakan batu bara berkalori sekitar 4.100–4.300 kcal per kg, lebih rendah dari spesifikasi awal 4.600–4.800 kcal per kg.
Dengan kombinasi pasokan tambahan dan penyesuaian teknis pada pembangkit, PLN menilai sistem kelistrikan bisa tetap stabil. Darmawan menegaskan penguatan ini menjadi dasar keyakinan perusahaan untuk mencegah pemadaman listrik di Jawa.
Pemerintah dan PLN sama-sama berupaya menjaga agar suplai batu bara untuk pembangkit tetap terjamin tanpa memberi tekanan berlebihan ke pasar. Pada saat yang sama, langkah ini dipakai untuk memastikan kebutuhan listrik di Jawa tetap aman ketika komposisi pasokan berubah.
