Pasar Motor Indonesia Kembali Tembus 500 Ribu Unit, Ekspor Justru Melemah

Author: Cung Media

Pasar motor Indonesia kembali menunjukkan pemulihan yang cukup kuat pada Juni 2026. Penjualan domestik berhasil menembus lagi level 500 ribu unit, sementara sisi ekspor justru bergerak melemah.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor domestik pada Juni 2026 mencapai 515.136 unit. Angka itu naik hampir 7,5 persen dibanding Mei 2026 yang berada di 479.388 unit.

Kembali ke level yang lebih sehat

Lonjakan ini menjadi penting karena pasar sempat turun ke kisaran 400 ribuan unit pada periode sebelumnya. Meski belum menyamai puncak penjualan 2026, pasar setidaknya kembali ke level yang lebih sehat setelah sempat melandai.

Periode Penjualan Domestik Perubahan
Mei 2026 479.388 unit
Juni 2026 515.136 unit Naik hampir 7,5%
Februari 2026 Sekitar 587 ribu unit Tertinggi di 2026

Posisi tertinggi sepanjang 2026 masih dipegang Februari dengan catatan sekitar 587 ribu unit per bulan. Artinya, Juni memang belum menjadi titik puncak, tetapi cukup untuk mengembalikan momentum pasar ke jalur yang lebih positif.

Semester pertama masih tipis di atas tahun lalu

Jika dihitung sejak awal tahun, total penjualan motor domestik selama semester satu 2026 mencapai 3.129.587 unit. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, angka tersebut masih tumbuh tipis 0,8 persen.

Dengan capaian itu, target penjualan 6,4 juta unit pada 2026 dinilai masih terbuka. Pasalnya, permintaan sepeda motor biasanya lebih kuat pada semester kedua, dari Juli hingga Desember.

Pola tersebut membuat pergerakan pasar di paruh kedua tahun menjadi sangat penting. Kenaikan pada Juni bisa dibaca sebagai sinyal bahwa ruang pertumbuhan masih ada, terutama jika tren positif berlanjut.

Ekspor motor Indonesia belum ikut pulih

Berbeda dengan pasar domestik, ekspor motor buatan Indonesia pada Juni 2026 justru turun. Ekspor utuh atau completely built up (CBU) tercatat hanya 50.067 unit, turun 9,3 persen dari bulan sebelumnya.

Tekanan juga terlihat pada ekspor terurai atau completely knock down (CKD). Dari 697.614 unit pada Mei, jumlahnya turun menjadi 644.402 unit pada Juni.

Ekspor komponen kendaraan pun ikut melemah pada periode yang sama, dengan penurunan hingga 9,9 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan pasar dalam negeri belum diikuti oleh perbaikan di sisi pengiriman ke luar negeri.

Skutik masih jadi tulang punggung pasar

AISI kini tidak lagi menampilkan penjualan motor berdasarkan model, tetapi skuter matik atau skutik tetap disebut sebagai segmen yang paling dominan. Karakter pasar seperti ini membuat minat terhadap skutik masih sangat menentukan arah penjualan bulanan.

Di tengah melemahnya ekspor, pasar domestik justru menjadi penopang utama industri roda dua. Juni 2026 memberi sinyal bahwa permintaan di dalam negeri masih punya tenaga untuk menjaga pertumbuhan, setidaknya pada fase awal semester kedua.

Source: oto.detik.com
Terbaru