Harga emas Antam memulai Sabtu pagi dengan kenaikan yang cukup terasa. Pada pembaruan di laman Logam Mulia pukul 08.43 WIB, harga emas 1 gram naik Rp5.000 menjadi Rp2.655.000.
Pergerakan yang sama juga terlihat di harga beli kembali atau buyback. Angkanya naik ke level Rp2.415.000 per gram, sehingga dua sisi pasar emas Antam sama-sama menguat di awal akhir pekan.
Buyback Ikut Menjadi Sorotan
Buyback penting bagi pemilik emas yang ingin menjual kembali batangannya ke PT Antam Tbk. Kenaikan harga buyback hari ini mengikuti penguatan harga jual emas batangan yang dipublikasikan melalui Logam Mulia.
Meski begitu, harga emas Antam tetap bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar. Karena itu, harga yang tercantum di laman resmi menjadi acuan utama sebelum membeli atau menjual emas batangan.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut daftar harga emas batangan Antam pada Sabtu, 11 Juli 2026, dari pecahan kecil hingga 1.000 gram.
| Pecahan | Harga |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.377.500 |
| 1 gram | Rp2.655.000 |
| 2 gram | Rp5.250.000 |
| 3 gram | Rp7.850.000 |
| 5 gram | Rp13.050.000 |
| 10 gram | Rp26.045.000 |
| 25 gram | Rp64.987.000 |
| 50 gram | Rp129.895.000 |
| 100 gram | Rp259.712.000 |
| 250 gram | Rp649.015.000 |
| 500 gram | Rp1.297.820.000 |
| 1.000 gram (1 kilogram) | Rp2.595.600.000 |
Daftar tersebut mencakup berbagai pecahan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan transaksi. Harga resmi itu tercantum di laman Logam Mulia Antam pada Sabtu pagi dan menjadi acuan pasar pada awal perdagangan hari ini.
Ketentuan Pajak Saat Transaksi
Untuk penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nilai lebih dari Rp10 juta, berlaku PPh Pasal 22 sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Pemegang NPWP dikenakan tarif 1,5 persen, sedangkan non-NPWP dikenakan 3 persen, dan pajak dipotong langsung dari nilai buyback.
Pada pembelian emas batangan, PPh Pasal 22 juga berlaku. Pemegang NPWP dikenakan 0,45 persen, sementara non-NPWP dikenakan 0,9 persen, dengan bukti pemotongan disertakan dalam setiap transaksi pembelian.
Kenaikan pada 11 Juli 2026 menegaskan bahwa emas Antam masih bergerak dinamis di awal perdagangan akhir pekan. Bagi masyarakat yang memantau emas sebagai instrumen investasi, pembaruan dari Logam Mulia tetap menjadi rujukan paling praktis sebelum mengambil keputusan transaksi.
