Minat masyarakat terhadap emas terus naik karena logam mulia ini dipakai sekaligus sebagai investasi dan perhiasan harian. Di saat permintaan tinggi, pembeli justru sering keliru membedakan emas 22 karat, 23 karat, dan 24 karat saat berada di toko emas.
Sekilas, ketiganya memang tampak serupa. Namun, kadar kemurnian, warna, kekerasan, harga, dan fungsi pakainya berbeda cukup jauh sehingga salah pilih bisa berujung rugi atau tertipu emas palsu.
Karat jadi penentu utama
Kadar karat adalah ukuran kemurnian emas. Semakin tinggi karat, semakin besar kandungan emas murninya.
Sebaliknya, semakin rendah kadar karat, semakin banyak campuran logam lain seperti tembaga, perak, atau nikel. Mengacu pada informasi dari Pegadaian dan sejumlah pelaku industri logam mulia, emas 24 karat punya kadar paling tinggi.
Kandungan emas murninya mencapai sekitar 99,9 persen sehingga sering disebut emas murni. Emas 23 karat memiliki kandungan emas sekitar 95 hingga 98 persen, sedangkan emas 22 karat berada di kisaran 91 hingga 95 persen.
Warna bisa jadi petunjuk awal
Perbedaan kadar itu ikut memengaruhi warna fisik emas. Emas 24 karat umumnya tampak kuning lebih terang dan mencolok karena hampir tidak mengandung campuran logam lain.
Emas 23 karat masih terlihat cerah, tetapi sedikit lebih lembut dibanding emas 24 karat. Sementara itu, emas 22 karat cenderung berwarna kuning lebih redup karena campuran logamnya lebih banyak.
Kuat untuk dipakai harian, atau murni untuk simpanan
Selain warna, tingkat kekerasan menjadi pembeda penting saat emas dipakai. Emas 24 karat biasanya lebih lunak sehingga kurang cocok untuk perhiasan harian karena lebih mudah berubah bentuk atau tergores.
Emas 22 karat dan 23 karat lebih kuat dan lebih tahan untuk pemakaian sehari-hari. Karena itu, cincin, gelang, dan kalung lebih banyak dibuat dengan kadar 22 karat.
Harga dan tujuan pembelian juga berbeda
Dari sisi harga, emas dengan kadar lebih tinggi umumnya bernilai lebih mahal. Emas 24 karat sering menjadi acuan utama investasi karena kandungan emasnya paling murni dan spread harga cenderung lebih stabil.
Banyak investor juga memilih emas batangan 24 karat karena dianggap lebih mudah dijual kembali. Nilainya pun cenderung mengikuti harga emas dunia.
Cara paling aman mengecek sebelum membeli
Selain memahami kadar karat, pembeli perlu waspada terhadap emas palsu yang belakangan marak beredar. Tingginya minat investasi emas ikut memicu praktik penipuan yang semakin sering terjadi.
Cara paling aman adalah membeli emas di toko resmi atau lembaga terpercaya yang memiliki sertifikat keaslian. Pembeli juga perlu memeriksa cap kadar emas yang biasanya tertera pada perhiasan atau emas batangan.
Sebagai contoh, kode 999 menandakan emas 24 karat, sedangkan kode 916 biasanya dipakai untuk emas 22 karat. Untuk emas batangan, sertifikat dan nomor seri juga harus dicek agar sesuai dengan fisik emas yang dibeli.
Uji sederhana ada, tapi jangan dijadikan satu-satunya patokan
Ada uji sederhana yang kerap dipakai, yakni menggunakan magnet. Emas asli umumnya tidak tertarik magnet karena bukan logam besi.
Meski begitu, cara ini tidak selalu akurat. Karena itu, pengecekan di toko emas resmi atau dengan alat khusus tetap menjadi pilihan yang lebih aman sebelum membeli.
Pembeli yang memahami perbedaan emas 22, 23, dan 24 karat akan lebih siap saat transaksi di toko emas. Langkah ini membantu menghindari salah beli sekaligus menekan risiko tertipu emas palsu.
