Dua Potong Pizza Bisa Mendekati Batas Lemak Jenuh Harian, Ini Risikonya

Author: Cung Media

Dua potong pizza keju dapat membuat asupan lemak jenuh seseorang mendekati batas harian yang dianjurkan. Risiko ini bertambah bila pizza diberi pepperoni, sosis, bacon, atau keju ekstra.

Pizza tidak harus dihindari sepenuhnya, tetapi ukuran porsi dan pilihan topping perlu diperhatikan. Kombinasi keju, daging olahan, serta kebiasaan makan beberapa potong sekaligus dapat meningkatkan kalori dan lemak jenuh tanpa terasa.

Batas Harian Bisa Cepat Terpenuhi

Satu potong pizza keju dapat mengandung sekitar 5 gram lemak jenuh. Jumlahnya bisa meningkat ketika porsi keju diperbanyak atau ditambah topping daging olahan.

American Heart Association merekomendasikan lemak jenuh dibatasi sekitar 6% dari total kalori harian. Pada pola makan 2.000 kalori, batas tersebut setara kira-kira 12 gram per hari.

Dengan perhitungan itu, dua potong pizza keju saja dapat mendekati angka yang disarankan dalam sehari. Pilihan pizza dengan topping tinggi lemak jenuh berpotensi membuat total asupan melampaui batas tersebut.

Dampaknya pada Kolesterol LDL

Pola makan tinggi lemak jenuh berkaitan dengan peningkatan kolesterol LDL, yang sering disebut kolesterol “jahat”. Lemak jenuh dapat menghambat kemampuan tubuh membersihkan LDL dari aliran darah dan meningkatkan produksi kolesterol oleh tubuh.

Ahli gizi Morgan Walker, M.S., RD, LDN, menyoroti daging olahan seperti pepperoni dan sosis sebagai topping yang perlu diperhatikan. Topping itu sering dipadukan dengan keju, sehingga kandungan lemak jenuh dalam satu porsi pizza dapat bertambah.

Risiko tidak hanya ditentukan oleh jenis pizza yang dipilih. Konsumsi dalam jumlah besar secara rutin, terutama pizza yang kaya keju dan daging olahan, dapat memengaruhi kadar kolesterol serta risiko kardiovaskular secara keseluruhan.

Jenis Pizza Memiliki Kandungan Lemak Berbeda

Data U.S. Department of Agriculture yang dikutip Medical News Today menunjukkan kandungan kolesterol dan lemak total berbeda menurut kerak serta topping pizza. Perbandingan per 100 gram berikut memberi gambaran bahwa pilihan topping dan jenis kerak sama-sama berpengaruh.

Jenis Pizza Kolesterol Lemak Total
Keju, thin crust 29,7 mg 12,8 gram
Keju, regular crust 17,7 mg 10,4 gram
Keju, thick crust 18,6 mg 11,3 gram
Pepperoni, regular crust 25,8 mg 12,6 gram
Pepperoni, thick crust 23,5 mg 13,1 gram

Mozzarella diperkirakan mengandung 3,2 gram lemak jenuh dan 18 mg kolesterol per ons. Dalam ukuran yang sama, pepperoni mengandung sekitar 5 gram lemak jenuh serta 27 mg kolesterol.

Daging giling memiliki sekitar 1,7 gram lemak jenuh dan 25 mg kolesterol per ons. Sementara itu, paprika, jamur, bawang bombay, dan tomat tidak mengandung kolesterol.

Alternatif daging nabati juga disebut tidak mengandung kolesterol. Namun, kandungan total makanan tetap perlu dilihat dari gabungan kerak, keju, saus, dan topping yang dipilih.

Mengapa Pizza Mudah Dikonsumsi Berlebihan

Rasa gurih dan porsi sajian membuat pizza mudah disantap lebih dari satu potong dalam sekali duduk. Bila kebiasaan itu terjadi berulang, akumulasi kalori dan lemak jenuh dapat meningkat dari waktu ke waktu.

Selain topping, adonan pizza juga perlu menjadi perhatian karena umumnya dibuat dari tepung terigu putih yang diperkaya nutrisi. Bahan dari biji-bijian olahan ini tidak mengandung banyak serat dibandingkan pilihan biji-bijian utuh.

Asupan serat berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan dan membantu menurunkan kadar kolesterol tinggi. Pola makan kaya serat juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker usus besar.

Masih Bisa Dinikmati dengan Pola yang Lebih Seimbang

Ahli gizi Chris Mohr, Ph.D., RD, menilai persoalan utamanya bukan semata-mata pada pizza, melainkan konsistensi pola makan sehari-hari. Makan pizza keju stuffed crust dengan soda setiap malam jelas berbeda dengan menikmati satu atau dua potong pizza bersama salad seminggu sekali.

Pilihan yang lebih seimbang dapat mencakup buah, sayuran, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, ikan berlemak, dan lemak tak jenuh. Dalam pola makan seperti itu, pizza dalam porsi wajar tetap dapat dinikmati sambil menjaga perhatian pada lemak jenuh dan kolesterol LDL.

Terbaru