Model Nigerian-Australia Ini Menggugat Peter Jackson, Wajahnya Diubah AI Jadi Lebih Putih

Seorang model Nigerian-Australia, Elii Emeghebo, membawa kasus penggunaan citranya ke Australian Human Rights Commission setelah melihat versi gambar yang menurutnya telah diubah secara drastis oleh AI. Ia menyebut hasilnya seperti “white twin” karena fitur wajah, warna kulit, dan warna mata tampak dibuat lebih putih dan lebih Eurocentrik.

Kasus ini menyorot kekhawatiran yang makin besar soal batas penggunaan AI dalam mode dan periklanan. Emeghebo menilai perubahan itu bukan sekadar penyuntingan visual, melainkan penghilangan identitas rasialnya dari gambar yang masih menampilkan sosoknya.

Gambar yang Memicu Sengketa

ABC News Breakfast melaporkan bahwa Emeghebo melihat gambar tersebut saat berjalan melewati etalase toko Peter Jackson di Pitt Street, Sydney. Ia sebelumnya memang pernah menjadi model untuk merek itu, tetapi kali ini ia mengaku tidak mengenali dirinya dari gambar kampanye asli, melainkan dari versi yang telah dimodifikasi.

Dalam pernyataannya kepada ABC News Breakfast, Emeghebo mengatakan hidungnya diubah bentuknya, warna kulit dan warna matanya dibuat jauh lebih terang, serta bentuk alis dan mata ikut disesuaikan agar terlihat lebih Eurocentric. Ia menyebut pengalaman itu mengecewakan karena gambar yang membuatnya bangga justru berubah menjadi sesuatu yang menurutnya tidak lagi mencerminkan identitasnya.

Dugaan Whitewashing dan Soal Pembayaran

Emeghebo menuduh Peter Jackson Australia melakukan whitewashing dan menjadikannya bukti adanya diskriminasi rasial. Ia juga mengatakan perusahaan tidak memberikan kompensasi untuk penggunaan gambar tersebut, meski gambar itu disebut hanya dipakai untuk promosi di kanal digital merek.

Paloma Buhagiar Cole, principal legal officer dari Victoria’s Young Workers Center yang membantu kasus ini, mengatakan pihak manusia memilih gambar tertentu dan memilih versi yang “dihilangkan identitas Elii”. Cole juga menyebut Emeghebo seharusnya menerima pembayaran untuk gambar hasil AI itu.

Cole menambahkan bahwa Emeghebo memiliki kontrak yang sangat spesifik untuk penggunaan tertentu. Menurutnya, perusahaan tidak benar-benar membayar penggunaan gambar yang dipersoalkan dalam kasus ini.

Respons Peter Jackson Australia

Peter Jackson Australia mengakui bahwa mereka menggunakan “AI-assisted tools” yang menghasilkan gambar Emeghebo yang “substantially transformed”. Perwakilan perusahaan juga mengatakan Emeghebo telah dibayar penuh untuk sesi pemotretan.

Perusahaan menyatakan bahwa mereka menggunakan gambar asli Emeghebo yang tidak diubah di berbagai kanal sesuai perjanjian. Mereka juga membantah bahwa proses tersebut dilakukan karena ras, warna kulit, atau asal etnis Emeghebo.

Dalam pernyataannya, perusahaan menegaskan bahwa tuduhan diskriminasi rasial yang disengaja adalah salah dan ditolak sepenuhnya. Namun, penolakan itu tidak meredakan perhatian pada persoalan etika penggunaan AI untuk mengubah tampilan model.

Dorongan untuk Perubahan Industri

Bagi Emeghebo, kasus ini bukan hanya soal dirinya sendiri. Ia mengatakan ingin melihat perubahan yang lebih besar di industri agar kejadian serupa tidak terulang, terutama ketika perkembangan AI mulai memengaruhi lebih banyak model dan orang kulit berwarna.

Sengketa ini kini menjadi sorotan karena mempertemukan tiga isu sekaligus, yakni hak atas citra diri, kompensasi penggunaan gambar, dan batas penggunaan AI dalam iklan. Kasus Emeghebo menambah daftar pertanyaan tentang bagaimana perusahaan seharusnya memakai teknologi generatif tanpa menghapus identitas orang yang ada di dalam gambar.

Terkait