Temuan puluhan ranjau di Selat Hormuz memunculkan kekhawatiran baru atas keamanan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia. Italia menyebut perangkat itu tergolong canggih, sehingga operasi pembersihan tidak bisa dilakukan cepat.
Komandan Komando Operasi Gabungan Italia, Giovanni Maria Iannucci, memperkirakan penanganan di kawasan tersebut dapat memakan waktu sekitar dua bulan. Ia menegaskan bahwa tidak semua negara memiliki kapasitas untuk menangani ranjau dengan tingkat kesulitan seperti ini.
Jalur strategis yang kembali terancam
Selat Hormuz memiliki posisi penting karena menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman. Karena itu, keberadaan ranjau di area ini langsung dipandang sebagai ancaman serius bagi keamanan maritim dan kelancaran kapal niaga.
Iannucci menyampaikan laporan itu di hadapan Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan DPR serta Senat Italia pada Rabu. Dalam keterangannya kepada ANSA, ia menyebut ranjau-ranjau tersebut modern dan membutuhkan kemampuan khusus untuk penjinakannya.
Dorongan misi multinasional
Untuk mempercepat proses pembersihan, Iannucci mengusulkan misi multinasional. Skema ini disebut bisa melibatkan negara-negara Eropa serta negara-negara kawasan yang punya kepentingan langsung terhadap keamanan jalur perdagangan internasional.
Usulan itu muncul karena ancaman di Selat Hormuz dinilai memerlukan respons yang terkoordinasi. Operasi bersama diyakini dapat memperluas kapasitas teknis sekaligus mempercepat deteksi dan penjinakan ranjau di area terdampak.
Kesiapsiagaan Italia masih terbatas jarak
Italia sendiri telah menyiagakan sejumlah aset militernya di wilayah sekitar. Iannucci mengatakan kapal penyapu ranjau milik Italia saat ini berada di Djibouti.
Namun, lokasi itu masih cukup jauh dari Selat Hormuz. Djibouti berada di pesisir selatan Laut Merah, dekat Selat Bab el-Mandeb, sedangkan Selat Hormuz terletak di sisi timur dan menjadi penghubung Teluk Persia dengan Teluk Oman.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Lokasi ancaman | Selat Hormuz |
| Temuan | Puluhan ranjau |
| Perkiraan waktu pembersihan | Sekitar dua bulan |
| Aset Italia yang disiagakan | Kapal penyapu ranjau di Djibouti |







