Mantan desainer Nio dan GWM, Alexey Semenov, menilai Ferrari Luce menyimpan masalah desain yang serius di bagian eksterior. Kritik itu menarik perhatian karena datang dari sosok yang paham bahasa desain otomotif, sementara potensi mobil listrik anyar Ferrari ini justru dinilai besar.
Semenov melihat persoalan utama Luce bukan pada satu detail kecil, melainkan pada proporsi bodi yang sejak awal sulit diolah. Ia menyebut mobil ini berpostur pendek, sempit, dan tinggi, sehingga desain harus bekerja ekstra untuk menghindari kesan bodi yang terkompresi.
Proporsi sulit, eksekusi dianggap belum matang
Menurut Semenov, Ferrari belum berhasil mengubah tantangan proporsi itu menjadi bentuk visual yang kuat. Akibatnya, tampilan keseluruhan Luce dinilai kurang maksimal meski model ini datang sebagai produk listrik baru yang semestinya punya peluang besar untuk tampil meyakinkan.
Kritik paling tajam diarahkan ke area roda. Ferrari Luce memakai pelek 23 inci di depan dan 24 inci di belakang, tetapi desain aero dua warna justru membuatnya terlihat lebih kecil dari ukuran aslinya.
Efek visual tersebut dianggap merugikan karakter mobil. Alih-alih menjadi penguat tampilan, pelek besar itu justru kehilangan dampak karena eksekusi desainnya dinilai tidak mendukung.
Bagian depan kuat, buritan justru dipersoalkan
Semenov menilai bagian depan Luce sebagai area paling berhasil. Fascia depan disebut tampil tegas dan percaya diri, sehingga memberi kesan yang lebih solid dibanding elemen lainnya.
Namun penilaian itu tidak berlaku untuk bagian belakang. Buritan Luce dianggap terlalu lebar dan tinggi, sehingga mempertegas masalah proporsi yang sejak awal sudah terlihat.
Ia juga menyoroti lampu belakang empat lingkaran khas Ferrari. Elemen tersebut dinilai belum menyatu dengan bahasa desain keseluruhan mobil, sehingga hubungan antarelemen visual terasa kurang harmonis.
Menurut Semenov, masalah pada Luce tidak berhenti pada detail yang berdiri sendiri. Ia melihat hubungan antarbagian desain justru menjadi sumber utama mengapa mobil ini belum terasa utuh secara visual.
Interior dipuji, tetapi tidak sejalan dengan eksterior
Meski keras terhadap bagian luar, Semenov memberi penilaian berbeda untuk kabin Luce. Interior mobil ini dianggap modern, konsisten, dan memiliki kualitas desain yang sangat baik.
Pujian terhadap interior itu justru memperjelas titik lemah yang ia lihat pada mobil ini. Karakter kabin dinilai tidak selaras dengan eksterior, sehingga Luce tidak terasa sebagai satu produk yang menyatu.
Di satu sisi, bagian dalam mobil menghadirkan nuansa kontemporer. Di sisi lain, identitas visual dari luar dianggap belum mampu mengejar kualitas dan konsistensi yang sudah terlihat di kabin.
Semenov bahkan menilai karakter interior itu lebih cocok untuk mobil listrik premium dari merek baru. Penilaian tersebut memunculkan pertanyaan yang lebih besar, yakni apakah Luce sudah cukup kuat mencerminkan identitas Ferrari.
Potensi besar yang dinilai belum dimanfaatkan
Bagi Ferrari, desain selalu menjadi bagian inti dari citra merek. Karena itu, model baru tidak hanya dilihat dari teknologi atau performa, tetapi juga dari seberapa jelas mobil tersebut berbicara dalam bahasa desain Ferrari.
Dalam kasus Luce, Semenov melihat ada peluang besar yang belum dimanfaatkan dengan baik. Ia menilai mobil ini punya potensi, tetapi hasil akhirnya belum mampu mencapai level yang diharapkan dari nama Ferrari.
Jika diringkas, kritiknya mengarah pada tiga titik utama: proporsi dasar bodi, desain pelek, dan penyelesaian buritan beserta lampu belakang. Ketiganya saling berkaitan dan membentuk persepsi visual yang dinilai belum matang.
Pada akhirnya, Ferrari Luce dipandang sebagai contoh bagaimana potensi besar bisa berkurang dampaknya ketika eksterior dan interior bergerak ke arah yang berbeda. Kabinnya dipuji, tetapi bagian luar dinilai belum cukup kuat untuk mengimbangi ekspektasi yang melekat pada Ferrari.
