Israel disebut telah menyiapkan rencana operasional untuk kemungkinan eskalasi baru terhadap Iran. Tiga sumber Israel menyatakan pasukan diminta tetap dalam siaga tinggi, meski keputusan untuk bertindak belum diambil.
Kesiapan itu muncul ketika kondisi ekonomi Iran dinilai menjadi titik rentan bagi pemerintahan di Teheran. Tekanan ekonomi tersebut berpotensi memperbesar ketidakpastian di tengah konflik yang juga melibatkan Amerika Serikat dan risiko ketegangan di Selat Hormuz.
Rencana Militer Belum Menjadi Keputusan
Menurut informasi yang beredar di kalangan Israel, sejumlah opsi keterlibatan telah dibahas untuk menghadapi perkembangan konflik. Namun, langkah konkret masih bergantung pada situasi diplomasi regional serta respons dari Washington.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dilaporkan menggelar pertemuan keamanan terbatas pada Senin malam. Agenda pertemuan itu mencakup sejumlah skenario yang dapat membawa Israel masuk lebih jauh ke arena pertempuran.
| Skenario | Pemicu Keterlibatan Israel |
|---|---|
| Bergabung dalam operasi | Permintaan dari Washington |
| Membalas Iran | Tindakan Iran yang memicu respons Israel |
| Serangan pendahuluan | Upaya menggagalkan ancaman dari Iran |
Salah satu sumber menyebut Amerika Serikat belum meminta Israel ikut dalam operasi yang dikatakan mulai meletus pada awal Juli. Ketika ditanya soal kemungkinan permintaan bantuan dari Washington, sumber tersebut menjawab, “Kami akan siap.”
Situasi ini membuat Israel berada pada posisi menunggu sambil mempertahankan kesiapan militer. CNN Indonesia melaporkan bahwa Israel sejauh ini melihat kelanjutan kondisi saat ini sebagai pilihan yang menguntungkan.
Dalam skenario tersebut, Israel dapat tetap berada di pinggir konflik ketika Amerika Serikat dan Iran saling menyerang. Pada saat yang sama, kedua pihak disebut belum mencapai kesepakatan mengenai isu nuklir.
Ekonomi Iran Dinilai Menjadi Kerentanan
Penilaian Israel terhadap tekanan pada ekonomi Iran menguat setelah protes massal yang dipicu inflasi pada Januari. Kondisi itu dipandang sebagai salah satu kerentanan terbesar bagi pemerintahan di Teheran.
Salah satu sumber Israel menilai serangan Amerika Serikat terhadap sejumlah jembatan di Iran baru-baru ini berdampak besar pada jaringan transportasi dan perdagangan. Sumber tersebut mengatakan, “Ekonomi Iran sedang runtuh, dan pada akhirnya ini akan semakin melemahkan rezim.”
Gangguan pada jalur transportasi dinilai dapat menambah beban ekonomi yang telah dirasakan Iran selama perang berlangsung berbulan-bulan. Namun, tidak ada rincian angka mengenai kerusakan infrastruktur maupun besaran dampak ekonominya.
Tekanan ekonomi dapat menjadi faktor penting dalam perhitungan politik dan keamanan Iran. Meski demikian, laporan yang beredar tidak menyebut adanya kepastian bahwa tekanan tersebut akan langsung mengubah arah konflik atau mendorong perundingan.
Target Strategis dan Risiko Selat Hormuz
Apabila terlibat langsung dalam pertempuran, Israel disebut dapat membidik target bernilai tinggi di Iran. Infrastruktur energi dan situs nuklir menjadi dua kategori sasaran yang paling diperhatikan.
Serangan terhadap target energi berpotensi memengaruhi hasil akhir perang, tetapi konsekuensinya dapat meluas ke kawasan Teluk dan pasar minyak. Risiko itu disebut menjadi salah satu alasan Amerika Serikat belum mengambil langkah serupa.
Seorang pejabat senior Israel memperkirakan peluang eskalasi di Selat Hormuz meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pejabat itu juga melihat kemungkinan keterlibatan Israel bertambah, walau situasinya masih dinamis dan belum mengarah pada kepastian aksi militer baru.
Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel, Eyal Zamir, turut menyampaikan pesan kesiapan militer pada Minggu. “Kami siap untuk segera kembali berperang dan akan bertindak dengan kekuatan besar terhadap siapa pun yang membahayakan kami,” katanya.
Di tengah kesiapan tersebut, upaya mediasi regional tetap menjadi pertimbangan Tel Aviv dalam menentukan langkah berikutnya. Sejumlah pejabat Amerika Serikat juga dilaporkan mendorong jalur diplomasi agar konflik tidak berkembang menjadi lebih luas.
Arah krisis kini akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan mediasi, respons Washington, dan dinamika di Selat Hormuz. Tekanan terhadap ekonomi Iran berjalan beriringan dengan kemungkinan eskalasi yang masih terus dipantau Israel.
