Dune: Part One hadir malam ini di Bioskop Trans TV dan langsung membawa penonton ke pusat perebutan kekuasaan yang terjadi di Arrakis. Di planet gurun itulah rempah-rempah menjadi sumber daya paling penting, sekaligus pemicu bentrokan antarkeluarga besar.
Film garapan Denis Villeneuve ini menempatkan Paul Atreides di tengah perubahan nasib keluarga terpandang dari Caladan. Saat Keluarga Atreides menerima mandat dari Kaisar Padishah Shaddam IV, pertarungan politik, ambisi, dan strategi militer mulai bergerak cepat.
Arrakis bukan sekadar planet gurun
Di bawah penugasan Kaisar, Duke Leto Atreides menggantikan Baron Vladimir Harkonnen sebagai penguasa Arrakis. Planet ini punya nilai luar biasa karena rempah-rempah yang tersedia di sana bersifat psikoaktif dan memberi vitalitas serta kesadaran lebih besar.
Fungsinya tidak berhenti di situ. Rempah-rempah juga memungkinkan Navigator Spacing Guild memandu kapal luar angkasa melintasi ruang angkasa secara instan dan aman, sehingga siapa pun yang menguasai Arrakis memegang pengaruh yang jauh lebih besar dari sekadar satu wilayah.
Kondisi itu membuat Arrakis menjadi titik paling penting dalam perebutan kekuasaan. Kaisar Shaddam IV kemudian menyusun langkah agar Keluarga Harkonnen merebut kembali planet itu dengan dukungan diam-diam pasukan Sardaukar.
| Tokoh / Faksi | Peran di Cerita | Keterangan Penting |
|---|---|---|
| Keluarga Atreides | Penerima mandat atas Arrakis | Dipimpin Duke Leto, dengan Paul dan Jessica di pusat konflik |
| Keluarga Harkonnen | Pihak yang sempat digantikan di Arrakis | Didukung rencana tersembunyi Kaisar untuk merebut kembali planet |
| Fremen | Penduduk asli Arrakis | Menjadi elemen penting dalam dinamika politik dan sosial planet itu |
Paul, Jessica, dan bayang-bayang ancaman
Sebelum situasi memburuk, Leto sudah mencurigai adanya risiko besar di balik kendali atas Arrakis. Ia juga mencoba menjalin aliansi dengan Fremen, yang kelak menjadi bagian penting dari dinamika cerita.
Di sisi lain, Lady Jessica menghadapi tekanan dari Bene Gesserit, persaudaraan dengan kemampuan fisik dan mental tingkat lanjut. Kelompok ini menginginkan ia melahirkan seorang putri dalam program pembiakan yang sudah berlangsung berabad-abad.
Program tersebut diarahkan untuk melahirkan Kwisatz Haderach, sosok super yang diyakini mampu meramalkan masa depan dan memandu umat manusia. Jessica menentang rencana itu dan melahirkan Paul, yang kemudian dilatih oleh Duncan Idaho, Gurney Halleck, dokter Suk Wellington Yueh, Mentat Thufir Hawat, dan Jessica sendiri.
Paul juga digambarkan memiliki penglihatan masa depan yang mengganggu. Ia lalu diuji dengan gom jabbar oleh Ibu Pendeta sekaligus Peramal Kebenaran Kekaisaran, Gaius Helen Mohiam, dan berhasil melewati ujian mematikan itu.
Ancaman kudeta mulai bergerak
Keluarga Atreides akhirnya tiba di Arrakeen, benteng utama di Arrakis, sementara pasukan pendahulu Duncan lebih dulu menjalin kontak dengan Fremen. Kehadiran Paul dan Jessica di sana bahkan disambut dengan penghormatan oleh penduduk asli.
Menurut Jessica, sambutan itu terkait benih kepercayaan yang sudah ditanam Bene Gesserit berabad-abad sebelumnya. Di saat yang sama, ancaman terhadap Paul belum reda karena upaya pembunuhan dengan pemburu-pencari gagal menghentikannya.
Di planet Harkonnen, Giedi Prime, Mohiam juga mendesak Baron Harkonnen agar mengampuni Paul dan Jessica dalam kudeta yang tengah disiapkan. Sementara itu, Bioskop Trans TV juga menjadwalkan Medieval setelah film ini, tepatnya pukul 22.00 WIB.
Source: www.cnnindonesia.com






