Ducati tampaknya sudah menyiapkan diri untuk kemungkinan panasnya suasana di garasi ketika Pedro Acosta akhirnya bergabung. Mauro Grassilli tidak menampik bahwa Acosta dan Marc Marquez bisa saja terlibat cekcok saat sama-sama membela tim pabrikan Italia itu.
Situasi ini mencuri perhatian karena Acosta datang dengan reputasi besar, sementara Marquez sudah lebih dulu menjadi sosok penting di Ducati. Dua pebalap Spanyol itu berpotensi berada dalam posisi yang sama-sama kuat, dengan ambisi yang juga sama besar.
Acosta datang sebagai penantang baru
Acosta dipastikan meninggalkan KTM pada akhir MotoGP 2026 untuk pindah ke Ducati. Rider muda asal Spanyol itu menutup musim lalu di posisi keempat klasemen akhir, meski baru menjalani dua musim di kelas premier.
| Pebalap | Status | Catatan Penting |
|---|---|---|
| Pedro Acosta | Pindah ke Ducati setelah meninggalkan KTM pada akhir MotoGP 2026 | Finis keempat di klasemen akhir musim lalu, baru dua musim di kelas premier |
| Marc Marquez | Pebalap Ducati | Menjadi lawan yang ingin ditantang Acosta untuk gelar juara dunia |
Marquez menjadi target yang ingin dilawan Acosta dalam perebutan gelar juara dunia, terutama jika keduanya memakai motor yang setara. Kondisi itu membuat peluang gesekan di dalam tim sulit diabaikan sejak awal.
Grassilli pilih kelola, bukan hindari konflik
Dalam wawancara dengan kanal YouTube ZamTube, Grassilli menegaskan Ducati lebih memilih memiliki dua pebalap kuat di dalam tim ketimbang menjadikan mereka rival di luar garasi. Ia juga menyebut bahwa gesekan memang bisa muncul dan harus diatur dengan baik.
“Ya, tapi gesekan memang harus diciptakan. Seperti yang selalu dikatakan Gigi (Dall’Igna, manager team Ducati-red), dan saya setuju dengan dia soal ini — lebih baik memiliki dua pebalap yang kuat di tim, dan berusaha mengatur mereka daripada memiliki dua pebalap sebagai rival kami,” ucap Grassilli.
Menurut Grassilli, tantangan utama Ducati bukan menghindari konflik sepenuhnya, melainkan memastikan konflik tidak merusak performa tim. Ia menilai Acosta dan Marquez sama-sama profesional, sehingga situasi panas masih bisa dikelola.
“Jadi, mungkin akan ada perselisihan karena mereka berdua itu sama-sama pebalap yang sangat tangguh; kami kenal betul Marc, tapi Pedro tidak begitu kenal dia, tapi mari berupaya mengatur hal itu dengan lebih baik. Mereka berdua kan sama-sama rider profesional, benar kan?”
Ducati pernah hadapi kekhawatiran serupa
Grassilli juga mengingatkan Ducati pernah mendapat kekhawatiran serupa saat Enea Bastianini datang. Saat itu sempat muncul dugaan akan ada perselisihan, tetapi pada akhirnya tidak terjadi hal seperti itu.
Ia menilai pengalaman tersebut bisa menjadi bekal untuk menghadapi dinamika yang mungkin muncul saat Acosta bergabung. Grassilli juga menyebut Ducati cukup dewasa untuk mengatasinya.
“Kami pernah punya masalah ketika Enea (Bastianini-red) datang, sempat ada kekhawatiran akan adanya perselisihan, tapi pada akhirnya tidak ada, dengan Marc, ada kekhawatiran perselisihan, tapi nyatanya tidak ada, jadi hal ini bisa saja terjadi juga. Saya pikir, kami cukup dewasa untuk mengatasinya,” lugas Grassilli.
Dengan Acosta yang akan tiba sebagai penantang muda dan Marquez sebagai nama besar di skuad, Ducati memang berpotensi menghadapi dinamika internal yang rumit. Namun dari pernyataan Grassilli, tim Borgo Panigale itu terlihat percaya bahwa pengalaman dan kedewasaan bisa menjaga garasi tetap terkendali.
Source: sport.detik.com






