Empat tim Australia akan menutup musim reguler A-League melalui dua laga serentak yang mempertemukan Perth Glory melawan Brisbane Roar di HBF Park, serta Western Sydney Wanderers kontra Melbourne Victory di Stadion CommBank. Dua pertandingan ini membawa kepentingan yang berbeda, karena ada tim yang mengejar penutup musim yang layak, sementara yang lain fokus menjaga momentum menuju playoff.
Perth Glory dan Brisbane Roar sama-sama sudah dipastikan gagal melaju ke babak final. Kondisi itu membuat laga terakhir mereka lebih banyak dipandang sebagai ajang penebusan, terutama untuk memperbaiki citra setelah musim yang berjalan di bawah harapan.
Perth Glory menutup musim dengan catatan yang berat
Perth Glory datang ke laga terakhir dengan posisi ke-10 dan koleksi 28 poin dari 25 pertandingan. Tim asuhan Adam David Griffith baru saja bermain imbang tanpa gol melawan Sydney FC, hasil yang menegaskan masalah mereka di sektor serang.
Sepanjang musim, Perth hanya mencetak 26 gol. Angka itu menunjukkan betapa sulitnya mereka membangun ancaman konsisten di depan gawang lawan, sekaligus menjelaskan mengapa mereka kembali tersingkir dari persaingan playoff.
Catatan buruk Perth juga terlihat dari tren jangka panjang. Klub ini belum pernah lolos ke babak final selama enam tahun beruntun, sehingga laga penutup musim tetap penting untuk menjaga sedikit kebanggaan di hadapan pendukung sendiri.
Brisbane Roar juga tiba di Perth dengan situasi yang tidak kalah rumit. Tim besutan Michael Valkanis baru kalah 3-2 dari Melbourne City dan kini tidak menang dalam 11 pertandingan terakhir.
Meski begitu, Brisbane masih memegang modal sejarah yang cukup baik saat berjumpa Perth. Dari 60 pertemuan, mereka meraih 29 kemenangan, tetapi rekor itu belum cukup mengubah kenyataan bahwa Roar juga dipastikan absen dari babak final untuk tahun kelima secara beruntun.
Perth tetap memiliki alasan untuk percaya diri di kandang. Dalam 10 laga kandang terakhir melawan Brisbane, mereka tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan, sehingga duel ini tetap menyimpan peluang ketat meski kedua tim sudah tanpa target klasemen.
Wanderers menutup musim di bawah tekanan
Partai lain mempertemukan Western Sydney Wanderers dan Melbourne Victory dalam suasana yang juga kontras. Wanderers diperkirakan mengakhiri musim di posisi terbawah setelah baru mengumpulkan 21 poin dari 25 laga.
Tuan rumah datang tanpa kemenangan dalam enam pertandingan beruntun. Pada laga sebelumnya, mereka kalah 2-1 dari Wellington Phoenix, hasil yang menambah tekanan menjelang penutup musim di hadapan publik sendiri.
Melbourne Victory justru menatap laga ini dengan kondisi jauh lebih stabil. Tim asuhan Arthur Diles sudah memastikan finis di posisi keenam dengan 37 poin, sehingga pertandingan terakhir lebih berfungsi sebagai pemanasan menuju playoff.
Victory juga membawa tren yang cukup kuat ke Stadion CommBank. Mereka tidak terkalahkan dalam sembilan dari 10 pertandingan terakhir sejak awal Februari, termasuk saat menahan juara liga Newcastle Jets 2-2 pada laga sebelumnya.
Rekor pertemuan tetap memberi warna
Secara head-to-head, Melbourne Victory unggul tipis dengan 16 kemenangan dari 35 pertemuan terakhir melawan Western Sydney. Namun, catatan tandang mereka ke markas Wanderers menunjukkan bahwa laga ini tetap tidak bisa dianggap mudah.
Dalam lima kunjungan terakhir ke Stadion CommBank sejak April 2024, Victory gagal menang pada empat kesempatan. Fakta itu memberi konteks tambahan bahwa laga penutup musim tetap bisa menghadirkan perlawanan keras dari tuan rumah, meski posisi klasemen sudah tidak lagi diperebutkan.
Dua pertandingan ini menutup musim reguler dengan cerita yang berbeda untuk empat tim Australia tersebut. Perth Glory dan Brisbane Roar berupaya keluar dari musim yang mengecewakan, sedangkan Melbourne Victory membawa bekal stabil menuju playoff, sementara Western Sydney Wanderers mencoba mengakhiri kompetisi dengan hasil yang lebih terhormat.







