
Dua pria Yahudi ditikam di London utara dalam insiden yang kini diperlakukan polisi sebagai serangan teror. Kedua korban, masing-masing berusia 70-an dan 30-an, dibawa ke rumah sakit dan dilaporkan dalam kondisi stabil.
Polisi menahan seorang pria berusia 45 tahun setelah menghentikannya dengan taser. Dalam proses penangkapan, sejumlah petugas juga sempat diserang, tetapi tidak ada polisi yang terluka.
Polisi sebut pelaku menargetkan orang Yahudi
Kepolisian menyebut pelaku berlari di sebuah jalan sambil diduga menargetkan orang Yahudi. Kepala Kepolisian London Mark Rowley mengatakan tersangka memiliki riwayat kekerasan serius dan masalah kesehatan mental.
Rowley juga menyebut tersangka sedang diperiksa atas dugaan percobaan pembunuhan. Ia menegaskan bahwa aparat kini memperlakukan kasus ini sebagai serangan teror.
Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pria berkopiah Yahudi diduga diserang dengan pisau dekat halte bus. Namun, polisi menegaskan rekaman itu belum terverifikasi.
Ketegangan di tengah masyarakat Yahudi
Serangan ini langsung memicu kekhawatiran baru di komunitas Yahudi London. Rowley mengatakan rasa takut yang muncul di tengah komunitas itu “sangat dapat dipahami” karena terlalu banyak serangan telah terjadi.
Kepala polisi itu juga menyatakan akan membahas dengan pemerintah soal tambahan bantuan yang bisa diberikan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa aparat melihat ancaman terhadap komunitas Yahudi sebagai masalah keamanan yang serius.
Chief Rabbi Inggris Ephraim Mirvis mengatakan pemerintah tidak cukup hanya berbicara untuk melawan kebencian seperti ini. Dari Istana, juru bicara Raja Charles menyebut sang raja terus mendapat informasi lengkap dan “sangat prihatin” terhadap dampaknya bagi komunitas Yahudi.
Desakan agar perlindungan diperkuat
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Israel juga menyerukan respons mendesak. Seruan itu muncul di tengah kekhawatiran yang lebih luas soal keselamatan sekitar 290.000 orang Yahudi di Britania Raya.
Di London, kawasan Golders Green yang memiliki populasi Yahudi besar menjadi salah satu titik yang ikut terdampak oleh meningkatnya rasa waswas. Sejumlah pemimpin komunitas menilai insiden terbaru ini mempertegas kebutuhan akan langkah pengamanan yang lebih cepat dan tegas.
Pernyataan dari aparat menunjukkan bahwa pengamanan tambahan sudah dijanjikan untuk komunitas Yahudi. Namun, tekanan publik tetap besar karena serangan yang terjadi dianggap sebagai bagian dari pola ancaman yang terus berulang.
Rangkaian insiden yang menambah kekhawatiran
Penikaman di London utara terjadi setelah serangkaian pembakaran yang menargetkan sasaran terkait Yahudi dalam beberapa pekan terakhir. Polisi telah menangkap lebih dari dua lusin orang dalam penyelidikan terkait serangan pada properti yang berhubungan dengan Yahudi.
Di antara kasus yang diselidiki termasuk pembakaran ambulans Yahudi dan percobaan pembakaran sinagoga. Lokasi lain yang disebut berada dekat Kedutaan Besar Israel di London barat.
Detektif juga memeriksa kemungkinan kaitan Iran dalam beberapa aksi pembakaran itu. Pejabat keamanan sebelumnya memperingatkan bahwa Iran diduga mencoba memakai perantara kriminal untuk melakukan aktivitas bermusuhan di Inggris.
Pada hari Selasa, Inggris memanggil duta besar Iran terkait komentar di media sosial yang dinilai “tidak dapat diterima dan provokatif” oleh kedutaan Iran. Di tengah penyelidikan itu, kelompok pro-Iran Harakat Ashab al-Yamin al-Islamiyya (HAYI) mengklaim bertanggung jawab atas penikaman tersebut di media sosial, tetapi polisi belum memverifikasi klaim itu.
Rowley mengatakan ada indikasi bahwa sejumlah individu bisa saja didorong, dibujuk, atau dibayar untuk melakukan kekerasan atas nama organisasi asing dan negara yang bermusuhan. Dalam konteks itu, kasus penikaman di London utara kini dipandang bukan hanya sebagai serangan terhadap dua korban, tetapi juga sebagai bagian dari ancaman yang lebih luas terhadap keamanan komunitas Yahudi di Inggris.





