Harapan bagi korban tenggelamnya KM Nurul Salsa kembali muncul setelah dua penumpang ditemukan hidup pada hari kelima operasi pencarian. Penemuan Nurmiati dan Jasmal menambah jumlah penyintas menjadi 59 orang dari total 78 penumpang kapal tersebut.
Keduanya bertahan di laut dengan berpegangan pada gabus sambil masih mengenakan jaket pelampung. Mereka ditemukan di kawasan Kepulauan Sabalana setelah hanyut selama beberapa hari pascakapal mengalami gangguan mesin dan tenggelam.
Ditemukan Kapal Nelayan
Dua penyintas itu ditemukan oleh kapal nelayan KM Bari Baria 05 sekitar pukul 13.00 WITA di perairan Pulau Sanipa, Kepulauan Sabalana. Setelah ditemukan, Nurmiati dan Jasmal sempat dievakuasi ke Pulau Matala’ang di Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep.
Basarnas Makassar menyebut penemuan tersebut terjadi di Pulau Balaloho, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan. Keduanya kemudian dievakuasi menggunakan KRI Marlin 877 untuk memperoleh pertolongan dan penanganan medis.
Nurmiati berusia 46 tahun, sedangkan Jasmal berusia 24 tahun. Keduanya merupakan warga Dusun Tangnga, Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan pencarian pada hari kelima kembali menghasilkan kabar baik. “Alhamdulillah, pada hari kelima operasi SAR kembali ditemukan dua korban dalam keadaan selamat di Pulau Balaloho,” ujarnya.
Lima Orang Bertahan di Atas Gabus
Berdasarkan keterangan awal kedua penyintas, sebelumnya terdapat lima orang yang sama-sama bertahan di atas gabus setelah KM Nurul Salsa tenggelam. Namun, tiga orang lainnya diduga meninggal dunia selama mereka terombang-ambing di laut.
Nurmiati dan Jasmal mengaku melepaskan tiga jenazah rekannya ke laut setelah dua malam bersama mereka. Tindakan itu dilakukan karena kondisi jenazah disebut telah membusuk, sementara identitas ketiga orang tersebut masih akan didalami setelah kondisi dua penyintas memungkinkan untuk dimintai keterangan.
| Status Penumpang | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Selamat | 59 orang | Termasuk Nurmiati dan Jasmal |
| Meninggal dunia | 1 orang | Telah tercatat dalam operasi pencarian |
| Masih dicari | 18 orang | Menjadi fokus SAR lanjutan |
| Total penumpang | 78 orang | Berangkat dari Pulau Jampea |
Pencarian Mencakup Empat Sektor
Operasi SAR pada hari kelima mencakup area seluas 1.305 nautical mile persegi yang dibagi ke dalam empat sektor pencarian. Sejumlah unsur dikerahkan, antara lain KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, KRI Marlin 877, KRI Hiu 634, TNI, Polri, BPBD, Syahbandar, dan kapal nelayan.
Komandan KRI Marlin 877 Letkol Laut (P) Rahmad Kurniawan Sembiring menyatakan dua korban telah menerima pertolongan pertama serta perawatan medis dasar di atas kapal. KRI Marlin 877 kemudian melanjutkan pencarian intensif untuk menemukan tiga rekan korban yang dilaporkan masih hilang.
Dua penyintas direncanakan dibawa ke Pulau Jampea, Kabupaten Kepulauan Selayar, untuk memperoleh tindakan medis lanjutan. Informasi mengenai penemuan mereka juga telah dikoordinasikan Polres Kepulauan Selayar dengan Ketua BPD Sabalana, Faril Paharu.
Kapal Tenggelam Saat Menuju Benteng Selayar
KM Nurul Salsa berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA. Kapal itu tenggelam setelah mengalami gangguan mesin di perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar.
Dengan 18 penumpang masih dalam pencarian, operasi SAR tetap dioptimalkan di perairan Kepulauan Sabalana dan wilayah sekitarnya. Temuan dua orang yang mampu bertahan dengan gabus menunjukkan kemungkinan korban lain masih dapat ditemukan di tengah luasnya area pencarian.
Source: www.cnnindonesia.com






