Wafatnya dr. M Zulfikar Drakel, MRes, saat menjalani masa internship di Lampung Timur kembali mengangkat kekhawatiran tentang perlindungan dokter muda. Peristiwa ini terjadi di tengah catatan sejumlah dokter muda lain yang meninggal sepanjang 2026.
Dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu meninggal pada 21 Juli 2026 ketika bertugas di RSUD Sukadana, Lampung Timur. Almarhum merupakan peserta Program Internship Dokter Indonesia angkatan Februari 2026.
Rentetan kehilangan dalam beberapa bulan
Data yang dihimpun komunitas dokter internship mencatat sedikitnya delapan nama dokter muda yang meninggal dari Februari hingga Juli 2026. Penyebab kematian setiap dokter berbeda dan tidak seluruhnya telah diumumkan secara resmi.
Data tersebut membuat perhatian tidak hanya tertuju pada satu peristiwa, melainkan juga pada kondisi kerja dan sistem pendampingan selama masa internship. Keselamatan kerja, kesehatan fisik, kesehatan mental, serta akses terhadap bantuan menjadi isu yang kembali disorot.
| Bulan | Nama Dokter | Keterangan |
|---|---|---|
| Februari 2026 | dr. Kartika Ayu Permatasari | Dokter internship RS Bina Bakti Husada, Rembang, Jawa Tengah |
| Maret 2026 | dr. Edgar Bezaliel Hartanto; dr. Andito Muhammad Wibisono | Disebut dalam data komunitas dokter internship |
| Mei 2026 | dr. Myta Aprilia Azmy | Disebut dalam data komunitas dokter internship |
| Juni 2026 | dr. Eliza Princila Utami Pakaenani | Disebut dalam data komunitas dokter internship |
| Juli 2026 | dr. Adrian Rantung; dr. Alex Cristo Loris; dr. Muhammad Zulfikar Drakel | Disebut dalam data komunitas dokter internship |
Asosiasi PIDI-PIDGI menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya para sejawat tenaga kesehatan di berbagai daerah. Dalam pernyataannya, asosiasi itu mempertanyakan, “Berapa banyak nyawa lagi sampai dianggap cukup?”
Seruan tersebut mencerminkan tuntutan agar dokter muda tidak menjalani masa pengabdian tanpa dukungan yang memadai. Berbagai pihak menilai pendampingan nyata dan sistem perlindungan perlu mendapat perhatian serius dalam pembinaan dokter.
Pesan dari FKUI soal batas kemanusiaan
FKUI menyebut kepergian seorang dokter muda sebagai kehilangan yang sangat berarti. Fakultas itu menegaskan bahwa dokter tetap manusia yang memiliki batas, membutuhkan dukungan, dan berhak bekerja dalam lingkungan yang aman, sehat, serta bermartabat.
Program internship berada di luar tata kelola langsung universitas, tetapi almamater menyatakan tetap memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan pentingnya pendampingan. FKUI menyoroti perlunya komunikasi terbuka, pembagian beban kerja yang wajar, dan budaya kerja yang saling menghormati.
Menurut FKUI, kelelahan, tekanan, dan rasa sendiri tidak seharusnya dianggap sebagai hal lumrah dalam perjalanan menjadi dokter. Fakultas itu juga meminta semua pihak tidak berspekulasi mengenai penyebab wafatnya almarhum serta menghormati proses yang sedang berlangsung.
“Ketangguhan profesional tidak dibangun dengan mengabaikan kemanusiaan, melainkan dengan sistem yang mampu mendengar, melindungi, dan hadir ketika seseorang membutuhkan pertolongan,” tulis FKUI. Pesan itu menempatkan perlindungan tenaga kesehatan sebagai bagian penting dari mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Belasungkawa dan tuntutan evaluasi
Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal SDM Kesehatan turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya dr. M Zulfikar Drakel. Kemenkes menyebut almarhum sebagai salah satu talenta muda terbaik bangsa yang sedang menunaikan tugas pengabdian negara.
Kementerian juga mendoakan almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Di tengah duka tersebut, rentetan peristiwa sepanjang 2026 dinilai perlu menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan dokter muda.
Evaluasi itu mencakup keselamatan kerja, pemantauan kesehatan fisik dan mental, serta pendampingan bagi peserta internship di berbagai daerah. FKUI menegaskan bahwa pelayanan bermutu tidak dapat dipisahkan dari tenaga kesehatan yang dijaga dengan sistem yang manusiawi.
