Jumlah dokter di Indonesia pada 1 Juni 2026 mencapai 208.810 orang. Angka itu menunjukkan pasokan tenaga medis terus bertambah, tetapi sebarannya masih sangat timpang antardaerah.
Kesenjangan paling jelas terlihat di Pulau Jawa, terutama Jawa Barat yang memimpin jauh dibanding provinsi lain. Di sisi lain, sejumlah provinsi di kawasan timur masih memiliki jumlah dokter yang sangat terbatas.
Jawa Barat Memimpin Jauh
Jawa Barat mencatat jumlah dokter terbanyak secara nasional, yakni 31.262 orang. Angka itu setara sekitar 14,97% dari total dokter Indonesia.
Di bawahnya ada Jawa Timur dengan 25.751 dokter, Jawa Tengah 22.381 dokter, dan DKI Jakarta 19.645 dokter. Empat wilayah ini menunjukkan konsentrasi tenaga dokter yang masih sangat besar di pusat-pusat populasi utama.
| Provinsi | Jumlah Dokter | Posisi |
|---|---|---|
| Jawa Barat | 31.262 | 1 |
| Jawa Timur | 25.751 | 2 |
| Jawa Tengah | 22.381 | 3 |
| DKI Jakarta | 19.645 | 4 |
Di luar Jawa, Sumatra Utara menjadi provinsi dengan jumlah dokter terbanyak, yaitu 10.586 orang. Setelah itu ada Banten dengan 9.937 dokter, Bali 8.244 dokter, dan Sulawesi Selatan 7.282 dokter.
Ketimpangan Masih Terlihat Jauh
Perbedaan paling tajam terlihat di wilayah timur Indonesia. Papua Pegunungan hanya memiliki 209 dokter dan menjadi daerah dengan jumlah paling sedikit secara nasional.
Di atasnya, Papua Selatan tercatat memiliki 324 dokter. Jarak dengan provinsi-provinsi berpenduduk besar di Jawa memperlihatkan bahwa pemerataan layanan kesehatan masih menjadi pekerjaan besar.
| Wilayah | Jumlah Dokter | Keterangan |
|---|---|---|
| Papua Pegunungan | 209 | Paling sedikit |
| Papua Selatan | 324 | Di atas Papua Pegunungan |
| Papua Barat Daya | 453 | Termasuk kelompok terbawah |
| Papua Barat | 526 | Termasuk kelompok terbawah |
Sejumlah provinsi lain masih berada di bawah 2.000 dokter, seperti Kalimantan Tengah dengan 1.873 dokter, Bengkulu 1.533 dokter, dan Kepulauan Bangka Belitung 1.503 dokter. Maluku tercatat 1.173 dokter, Papua 1.032 dokter, Maluku Utara 812 dokter, Sulawesi Utara 793 dokter, dan Kalimantan Utara 751 dokter.
Sulawesi Barat memiliki 603 dokter, Papua Tengah 552 dokter, Papua Barat 526 dokter, dan Papua Barat Daya 453 dokter. Data ini menegaskan bahwa penambahan jumlah dokter nasional belum otomatis membuat distribusinya merata.
Status Kepegawaian Didominasi Non-ASN
Dari sisi status kerja, mayoritas dokter di Indonesia berstatus non-ASN. Jumlahnya mencapai 155.233 orang atau 74,34% dari total dokter nasional.
Dokter berstatus PNS tercatat 34.937 orang. Ada pula dokter dengan skema kontrak BLU/BLUD sebanyak 9.877 orang atau 4,73%.
| Status Kepegawaian | Jumlah Dokter | Porsi |
|---|---|---|
| Non-ASN | 155.233 | 74,34% |
| PNS | 34.937 | – |
| BLU/BLUD | 9.877 | 4,73% |
| PPPK | 7.121 | – |
| Penugasan khusus | 1.559 | 0,75% |
Kemenkes juga mencatat 7.121 dokter berstatus PPPK dan 1.559 dokter yang bertugas melalui skema penugasan khusus. Kategori kepegawaian lainnya hanya berjumlah 83 orang atau sekitar 0,04%.
Komposisi itu menunjukkan sebagian besar dokter masih berada di luar skema ASN tetap. Sementara itu, tantangan pemerataan tenaga medis antardaerah masih terlihat jelas dari data nasional tersebut.
Source: dataloka.id






