
Pedoman peringatan Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas 2026 memberi panduan yang seragam bagi instansi pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, hingga perwakilan RI di luar negeri. Di dalamnya, Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi menyiapkan teks doa upacara dan sambutan Menkomdigi yang bisa langsung dipakai panitia.
Pengaturan ini membuat upacara bendera peringatan ke-118 Harkitnas yang digelar serentak pada Rabu, 20 Mei, tetap berjalan khidmat di berbagai wilayah. Selain memudahkan penyelenggara, pedoman tersebut juga menjaga agar peringatan nasional ini berlangsung dalam suasana yang tertib dan seragam.
Upacara serentak di seluruh Indonesia
Berdasarkan pedoman itu, upacara bendera Harkitnas 2026 dilaksanakan pada hari yang sama di seluruh Indonesia. Sasaran pelaksanaannya mencakup pegawai kantor dan lembaga pemerintah maupun swasta, sekolah dari semua jenjang, serta Kantor Perwakilan RI, Kedutaan Besar, Perutusan Tetap, dan Konsulat Jenderal di luar negeri.
Pengaturan serentak ini menunjukkan bahwa Harkitnas bukan sekadar agenda seremonial. Peringatan tersebut juga menjadi ruang bersama untuk meneguhkan semangat kebangsaan di lingkungan kerja dan pendidikan.
Isi doa upacara yang disiapkan Komdigi
Komdigi menyiapkan doa khusus yang dibaca dalam rangkaian upacara. Doa itu dibuka dengan puji-pujian kepada Allah dan salawat kepada Nabi Muhammad, lalu dilanjutkan dengan permohonan agar upacara berjalan penuh semangat dan khidmat.
Di dalamnya, para peserta juga memohon agar diberi bimbingan untuk menjadi pribadi yang bersyukur, menghargai jasa pahlawan, dan berkontribusi bagi kejayaan bangsa. Doa tersebut menekankan pentingnya persatuan di bawah Bendera Merah Putih serta harapan agar Indonesia menjadi negara yang lebih adil, makmur, dan sejahtera.
Pokok pesan yang dibacakan saat doa
Teks doa memuat sejumlah pesan utama yang menegaskan nilai kebangsaan dan spiritualitas. Isinya meliputi ungkapan syukur atas nikmat dan karunia Allah, permohonan agar upacara Harkitnas berjalan khidmat, serta harapan agar peserta upacara menghargai jasa pahlawan.
Doa itu juga meminta perlindungan bagi bangsa Indonesia dari perpecahan dan hasutan. Pada bagian akhir, doa dipanjatkan untuk para pahlawan dan pejuang tanah air yang telah wafat, disertai permohonan keselamatan dunia dan akhirat.
Komdigi menempatkan doa ini sebagai bagian penting dari peringatan Harkitnas karena memadukan nilai kebangsaan dengan nuansa religius. Bahasa yang digunakan tetap formal sehingga selaras dengan karakter upacara nasional.
Sambutan Menkomdigi juga disiapkan
Selain doa, pedoman peringatan ke-118 Harkitnas Tahun 2026 juga menyediakan sambutan Menkomdigi. Panitia atau penyelenggara upacara dapat mengunduh naskah tersebut langsung melalui tautan yang tersedia dalam pedoman resmi.
Kehadiran sambutan ini memudahkan instansi dalam menyusun acara tanpa harus membuat teks sendiri. Dengan begitu, upacara Harkitnas dapat berlangsung lebih tertib, seragam, dan sesuai pedoman yang telah ditetapkan.
Source: www.medcom.id




