Dnsys X1 Carbon hadir sebagai exoskeleton bantuan pinggul berbobot 1,6 kg yang menargetkan pengguna yang ingin berjalan, mendaki, atau berlari dengan usaha lebih ringan. Perangkat ini menarik karena tidak diposisikan sebagai alat medis, melainkan sebagai bantuan tenaga tambahan untuk aktivitas harian dan olahraga ringan.
Dnsys menegaskan X1 Carbon tidak memberi dukungan keseimbangan, tetapi menyalurkan tenaga ke sendi pinggul atau memberi resistansi saat pengguna ingin berlatih lebih berat. Posisi itu membuatnya berbeda dari perangkat rehabilitasi, karena fokusnya ada pada performa dan efisiensi gerak.
Posisi Produk di Lini Dnsys
Di keluarga Dnsys X1, Carbon berada di tengah antara X1 Lite dan X1 Carbon Pro. Model Pro membawa baterai kedua, komponen titanium, dan opsi engraving.
| Model | Posisi | Pembeda Utama | Harga yang Disebut |
|---|---|---|---|
| X1 Lite | Di bawah Carbon | Tidak dijelaskan detailnya | Tidak disebut |
| X1 Carbon | Tengah | Exoskeleton bantuan pinggul 1,6 kg | $1,299 |
| X1 Carbon Pro | Di atas Carbon | Baterai kedua, titanium, engraving | Tidak disebut |
Produk ini lebih dulu muncul lewat Kickstarter dan mengumpulkan sekitar $1.4 million dari lebih dari 1.700 pendukung. Setelah itu, Dnsys menjualnya langsung lewat situs resmi dan sempat menawarkannya dengan promo Prime Day di $829 setelah potongan $470 serta bonus satu X1 Smart Battery gratis.
Versi produksi juga disebut sudah banyak berubah dari prototipe awal. Dnsys menyebut sabuk pinggangnya kini lebih lebar dan lembut, pengunci depan lebih aman, baterai dijepit ke sabuk, motor lebih senyap, dan sistem kontrol lebih intuitif.
Untuk Siapa X1 Carbon Paling Cocok
Perangkat ini paling relevan untuk pengguna yang sering menghadapi tanjakan panjang, banyak tangga, atau medan bergelombang. Di situ, bantuan tenaga pada pinggul terasa lebih berguna dibanding sekadar berjalan di permukaan datar.
X1 Carbon juga bisa menarik bagi pengguna muda maupun lebih tua yang masih punya mobilitas penuh, tetapi ingin menambah jangkauan atau mengurangi rasa lelah. Namun, Dnsys tidak merekomendasikannya untuk pengguna dengan kondisi skeletal, muscular, neurological, atau keterbatasan keseimbangan.
Desain Ringkas dan Paket Penjualan
Dalam paket pembelian, pengguna mendapat unit exoskeleton, satu Smart Battery 2,400 mAh, charger dan adaptor dinding EU, kabel baterai ke exoskeleton, carry case, kabel USB-C, dua ukuran waist Velcro, dan dua thigh strap inserts. Total bobot paket disebut tetap di bawah 2 kg.
Pemasangannya dirancang cepat dan diklaim bisa selesai dalam kurang dari 60 detik. Unit dikenakan seperti sabuk di pinggang, lalu lengan tenaga dihubungkan ke kaki dengan strap elastis.
Sabuk dipasang tinggi di area pinggul dan memiliki dial belakang untuk penyetelan halus. Manset paha dikencangkan dengan dial samping, sementara baterai yang menempel di sabuk dibuat tetap stabil saat pengguna bergerak.
Aplikasi pendamping juga menyertakan panduan fitting. Penyesuaian ini penting karena perangkat perlu cocok dengan postur dan langkah pengguna agar bantuan tenaga terasa optimal.
Enam Mode untuk Bantuan atau Resistansi
Kontrol bisa dilakukan lewat aplikasi atau tombol pada sabuk. Tombol plus menambah bantuan, tombol minus menguranginya, dan perpindahan mode ditandai warna LED.
Mode yang tersedia adalah Eco, Sport, Boost, Transparent, Aqua, dan Aqua Plus. Eco memberi bantuan ringan dengan konsumsi baterai paling hemat, Sport ditujukan untuk bukit dan jalan lebih panjang, sedangkan Boost menjadi bantuan maksimum untuk sprint dan tanjakan curam.
Transparent menjaga motor aktif tanpa benar-benar memberi dorongan. Aqua dan Aqua Plus justru membalikkan fungsi motor untuk memberi resistansi pada langkah, sehingga pinggul, glute, dan hip flexor bekerja lebih keras.
Aplikasi juga menampilkan jumlah langkah, sisa baterai, dan seberapa besar gaya yang sedang diberikan perangkat. Ada pula preset untuk skenario seperti berjalan dan mendaki bukit.
Performa di Berbagai Medan
Pada mode Eco di permukaan datar, bantuan terasa halus. Efeknya justru lebih terasa saat perangkat dimatikan di tengah perjalanan, karena tubuh langsung harus bekerja sedikit lebih keras.
Sport disebut paling berguna saat menanjak. Tanjakan curam terasa lebih mudah dikelola, dan beban pada kaki berkurang dibanding saat tidak memakai bantuan.
Boost memberi dorongan paling jelas di setiap ayunan langkah. Dnsys mengklaim bantuan sprint hingga 17 km/h, meski angka batas ini tidak diverifikasi secara independen dalam pengalaman penggunaan yang dibagikan.
Sistem bantuan juga mengikuti tempo langkah. Jika pengguna memilih Boost tetapi berjalan santai, motor hanya bekerja minim karena perangkat menyesuaikan ritme, bukan memaksa langkah berjalan lebih cepat dari pola alami.
Pada turunan, Aqua mode punya fungsi berbeda. Resistansi terkontrol pada langkah dapat membantu mengurangi beban pada lutut dan paha depan saat menuruni jalur panjang.
Baterai, Ketahanan, dan Kompromi Praktis
Dnsys mengklaim daya tahan baterai X1 Carbon bisa mencapai 7 jam per baterai. Angka itu dinilai realistis di mode Eco pada medan datar, tetapi dapat turun mendekati 3 jam di Sport saat menghadapi tanjakan berkelanjutan, dan lebih singkat lagi di Boost atau Aqua Plus.
Saat kapasitas turun di bawah 20 persen, perangkat membatasi operasi ke mode Eco. Pengisian penuh dari kosong ke penuh disebut memakan waktu sekitar satu setengah jam.
Bagi pengguna yang serius, baterai cadangan tampak penting untuk diperhitungkan. Smart Battery tambahan dijual $139, sedangkan X1 Carbon Pro sudah menyertakan dua baterai sejak awal.
Ada satu detail praktis yang cukup berguna di lapangan. Basis baterai memiliki output USB-C sehingga bisa dipakai mengisi daya ponsel saat darurat.
Dalam pemakaian multi-jam, perangkat disebut tetap nyaman dipakai, meski ada penumpukan keringat di bawah sabuk saat cuaca hangat. Unit ini juga tahan percikan dan tetap baik saat terkena gerimis ringan, walau hujan deras seharian tidak dianjurkan.
Kompromi terbesar datang dari suara motor saat bantuan aktif. Bunyi dengung memang terdengar di setiap gerakan kaki, tetapi dianggap masih sepadan dengan bantuan yang diberikan.
Jika baterai habis di tengah perjalanan, pengguna tetap harus membawa sekitar 2 kg perangkat pasif di pinggang. Bobot itu masih dinilai cukup mudah dikelola untuk beberapa mil, namun tetap perlu dipertimbangkan sebelum membawa X1 Carbon ke perjalanan panjang di medan berat.
Source: www.geeky-gadgets.com






