Thomas Tuchel memilih kebijakan yang tak biasa untuk menjaga kondisi mental pemain Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Ia mengizinkan para pemain tetap berhubungan intim selama turnamen, tetapi memberi satu batas tegas: tidak dilakukan pada hari pertandingan.
Keputusan itu menonjol di tengah pandangan lama yang masih sering menganggap larangan seks sebagai bagian dari disiplin kompetisi. Tuchel justru melihat ruang pribadi dan hubungan emosional yang sehat sebagai sesuatu yang bisa membantu pemain tetap tenang di bawah tekanan besar.
Fokus dan Kenyamanan Jadi Pertimbangan
Dikutip dari Sunday Guardian, Tuchel percaya pemain elit juga membutuhkan keseimbangan di luar sepak bola. Dari sudut pandang itu, suasana emosional yang stabil dinilai bisa membantu mereka tetap siap saat harus tampil di lapangan.
Timnas Inggris sendiri sudah melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Norwegia di babak 8 besar. Jude Bellingham dan rekan-rekannya kini tinggal dua kemenangan lagi untuk mengejar trofi Piala Dunia pertama sejak 1966.
Mitos Lama Soal Larangan Seks Pada Atlet
Di dunia olahraga, larangan berhubungan intim sebelum pertandingan masih sering dikaitkan dengan upaya menjaga performa. Sebagian orang percaya pantang seks bisa meningkatkan testosteron dan memberi keuntungan fisik bagi atlet.
Namun, dr Ben Davis membantah anggapan itu. Dokter yang fokus pada kesehatan pria dan pengobatan seksual tersebut mengatakan, “Mitos utama bahwa pantang berhubungan seks ‘menyimpan’ testosteron tidaklah benar.”
| Topik | Isi Utama | Sumber Dalam Artikel |
|---|---|---|
| Kebijakan Tuchel | Pemain Inggris boleh berhubungan intim selama Piala Dunia, kecuali pada hari pertandingan | Sunday Guardian |
| Alasan pendukung | Ruang pribadi dan hubungan emosional dinilai bisa membantu fokus pemain | Tuchel |
| Bantahan medis | Pantang seks tidak terbukti menyimpan testosteron | dr Ben Davis |
Manfaat Psikologis Lebih Ditekankan
dr Jeff Foster menilai seks bisa memberi manfaat psikologis bagi atlet yang sedang tertekan menjelang pertandingan. Ia menyebut aktivitas itu dapat membantu pemulihan di antara laga karena mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, dan mendorong relaksasi.
Meski begitu, ia juga menegaskan bahwa manfaat tersebut tidak otomatis membuat pemain berlari lebih cepat atau menendang bola lebih baik. Dalam penjelasannya, seks yang dilakukan beberapa jam sebelum pertandingan besar justru kurang ideal karena setelah ejakulasi tubuh meningkatkan prolaktin dan menurunkan dopamin, yang bisa membuat orang merasa mengantuk dan kenyang.
Pandangan Tuchel menambah warna dalam perdebatan lama soal hubungan antara kehidupan pribadi atlet dan performa di lapangan. Untuk Inggris, kebijakan itu hadir di tengah peluang besar melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026, selama disiplin pada hari pertandingan tetap dijaga.
