Di Tengah Pasar HP Melemah, HONOR Tumbuh 73% Lewat Strategi Premium Murah

HONOR sedang menikmati momentum langka di pasar smartphone Timur Tengah. Saat pasar regional menyusut 6% secara tahunan pada kuartal pertama 2026, merek ini justru tumbuh 73% dan naik menjadi brand smartphone terbesar kedua di kawasan tersebut.

Capaian itu menonjol karena terjadi ketika penjualan perangkat baru sedang tertekan. Omdia mencatat pengiriman smartphone di Timur Tengah tanpa Turki hanya 11 juta unit pada Q1 2026, turun dari 11,7 juta unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pasar melemah, HONOR justru melaju

Tekanan pasar datang dari inflasi tinggi, ketegangan geopolitik, dan melemahnya kepercayaan konsumen. Harga rata-rata smartphone di kawasan itu juga naik 15% secara tahunan hingga mencapai US$450, sehingga banyak pembeli menunda siklus ganti ponsel.

Di tengah kondisi itu, HONOR berhasil memanfaatkan perubahan perilaku konsumen yang kini lebih selektif. Pembeli cenderung mencari perangkat dengan nilai pakai lebih tinggi, bukan sekadar harga paling rendah.

Peningkatan kehadiran toko, distribusi produk, dan kesadaran merek di seluruh negara Teluk disebut menjadi faktor penting. Kombinasi itu membantu HONOR memperluas visibilitas di pasar yang sangat kompetitif.

Harga menengah premium jadi titik paling kuat

Kunci utama pertumbuhan HONOR ada pada segmen US$300–500. Rentang harga ini menjadi titik paling menarik bagi banyak konsumen di Timur Tengah yang ingin fitur premium tanpa harus masuk ke kelas flagship penuh.

Di segmen tersebut, HONOR meraih pangsa pasar 24% dan nyaris menyamai Samsung. Posisi ini menunjukkan permintaan kini tidak lagi didominasi ponsel murah, melainkan perangkat yang menawarkan kamera bagus, layar AMOLED refresh rate tinggi, chipset bertenaga, dan desain premium.

Strategi itu sering disebut sebagai pendekatan “accessible flagship”. HONOR memanfaatkan celah ketika konsumen bersedia membayar sedikit lebih mahal asalkan mendapat pengalaman yang lebih lengkap dan tahan lama.

Dua lini yang mendorong pertumbuhan

Dua lini produk menjadi sorotan utama dalam laju HONOR. HONOR 600 series mencatat pertumbuhan dua digit di segmen accessible flagship, dengan daya tarik pada desain mirip iPhone, layar lengkung, dan kamera hasil kolaborasi dengan Zeiss.

Model ini populer di kalangan profesional muda dan ekspatriat di Dubai, Riyadh, serta Doha. Kombinasi tampilan premium dan harga yang masih terasa terjangkau membuat seri ini relevan di pasar yang sedang berubah.

Sementara itu, HONOR X9d menjadi penggerak lain yang sangat kuat. Ponsel ini sudah menembus lebih dari 5 juta unit pengiriman di luar Tiongkok dan menjadi best-seller di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Filipina.

Daya tarik X9d terletak pada baterai 5.000 mAh, bodi ultra-tipis 7,4 mm, dan harga di bawah US$400. Formula itu cocok untuk konsumen yang ingin perangkat tipis, awet, dan tidak terlalu mahal.

Peta persaingan ikut bergeser

Di saat HONOR naik, pemain lain tidak semuanya berada dalam posisi yang sama. Samsung masih memimpin pasar dengan 34% pangsa, ditopang permintaan kuat di segmen premium.

Xiaomi dan Transsion Holdings justru mengalami tekanan di segmen low-end. Naiknya harga komponen memaksa mereka menaikkan harga ponsel entry-level, yang pada akhirnya mengurangi daya saing di mata pembeli budget.

Perubahan itu memperlihatkan pergeseran penting di pasar Timur Tengah. Konsumen kini lebih bersedia menabung lebih lama untuk membeli ponsel premium mid-range daripada membeli perangkat murah yang cepat dianggap usang.

Harga rata-rata naik, selera ikut naik

Omdia juga mencatat harga rata-rata smartphone di Timur Tengah telah mencapai rekor US$450 pada Q1 2026. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan biaya memori, strategi vendor untuk naik kelas ke model lebih mahal, serta permintaan tinggi terhadap 5G dan fitur AI.

Di negara-negara Teluk seperti UEA dan Qatar, minat terhadap ponsel premium bahkan terus tumbuh. Daya beli yang kuat dan budaya teknologi yang maju membuat pasar di wilayah ini lebih siap menerima perangkat bernilai tinggi.

Langkah berikutnya ke foldable

HONOR tidak berhenti di segmen menengah premium. Perusahaan itu telah mengonfirmasi peluncuran global HONOR Magic V6 dalam waktu dekat untuk memperkuat posisinya di pasar foldable dan flagship.

Perangkat lipat tersebut akan menjadi lawan bagi Samsung Galaxy Z Fold 6 dan Huawei Mate X5. Dengan desain yang lebih ringkas, hinge baru, dan integrasi AI yang lebih dalam, Magic V6 diproyeksikan memperluas pengaruh HONOR di Eropa dan Asia Tenggara.

Di tengah proyeksi Omdia bahwa pasar smartphone Timur Tengah masih akan menyusut sepanjang 2026, HONOR tampaknya memilih jalan berbeda. Perusahaan ini fokus pada nilai, bukan volume, sambil terus membangun citra sebagai merek yang membawa pengalaman flagship tanpa harga flagship.

Baca Juga

Back to top button