Bos rokok HS, Muhammad Suryo, memulai pembangunan masjid di lokasi kecelakaan yang menewaskan istrinya, Anis Syarifah, di Desa Palihan, Temon, Kulonprogo. Peletakan batu pertama dilakukan di pinggir Jalan Nasional Purworejo-Jogja, tepat di titik peristiwa yang sebelumnya merenggut nyawa Anis dan melukai tiga orang lainnya.
Momen itu berlangsung emosional karena dilaksanakan bertepatan dengan hari ulang tahun almarhumah. Suryo kembali ke lokasi 47 hari setelah kejadian dan menyebut pembangunan masjid sebagai bentuk janji cinta kepada mendiang istrinya.
Pembangunan di lokasi tragedi
Kecelakaan tersebut terjadi saat Suryo membonceng istrinya dan terlibat insiden dengan warga setempat, Abdullah, serta putranya, Deva. Anis meninggal di tempat, sementara Abdullah, Deva, dan satu korban lain mengalami luka berat.
Di hadapan warga, Suryo tak kuasa menahan tangis saat berbicara tentang alasan ia memilih membangun rumah ibadah di tempat itu. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan hanya bentuk penghormatan untuk almarhumah, tetapi juga niat memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Masjid ini adalah surat cinta saya untuk almarhumah istri saya,” ujar Suryo dalam momen peletakan batu pertama. Ungkapan itu menegaskan bahwa pembangunan masjid ini memiliki dimensi emosional sekaligus sosial.
Nama masjid dan desain yang diungkap
Masjid yang dibangun diberi nama Masjid Hj Anis Syarifah, mengikuti nama mendiang istri Suryo. Di sekitar area juga terdapat Jalan KH Moh Yunus Anis, sehingga unsur nama “Anis” terasa menonjol di kawasan tersebut.
Suryo membagikan rancangan masjid itu lewat akun Instagram pribadinya, @muhammad.surya.yk. Dari desain yang diunggah, bangunan ini berdiri di atas lahan seluas 1.500 meter persegi dengan gaya modern yang tetap membawa unsur tradisional.
Berikut beberapa ciri desain yang terlihat dari unggahan itu:
- Atap masjid menggunakan model limasan.
- Fasad bangunan dibuat melengkung dengan tampilan kontemporer.
- Ada menara yang menjulang di sisi bangunan.
- Puncak menara dihiasi lafadz Allah.
Komposisi tersebut memberi kesan sederhana, tetapi tetap kuat secara visual dan religius. Desainnya juga dinilai cocok untuk masjid lingkungan yang terbuka bagi warga sekitar.
Wakaf untuk masyarakat desa
Suryo menegaskan bahwa masjid Hj Anis Syarifah akan diwakafkan untuk masyarakat umum. Ia ingin rumah ibadah itu dipakai siapa saja, bukan menjadi bangunan eksklusif untuk kepentingan pribadi atau keluarga.
“Saya ingin masjid ini bermanfaat untuk banyak orang,” kata Suryo. Ia juga menyebut warga Desa Palihan dan keluarga Abdullah sebagai bagian dari keluarganya setelah peristiwa kecelakaan itu.
Warga yang hadir menyambut langkah tersebut dengan baik. Lurah Palihan, Kaliso, mengatakan masyarakat memang sudah lama ingin memiliki masjid yang lebih layak di area itu karena sebelumnya hanya ada surau kecil.
Dampak bagi keluarga korban lain
Respons positif juga datang dari Surati Julia Wijayanti, istri Abdullah. Ia mengatakan keluarga mereka mendapat perhatian besar dari Suryo sejak kecelakaan terjadi, termasuk biaya pengobatan dan pendidikan anak hingga jenjang sarjana.
Surati menyebut Abdullah dan Deva kini menjalani rawat jalan di rumah. Ia menilai bantuan itu meringankan beban keluarga dan sekaligus memberi manfaat lebih luas karena lokasi tragedi kini akan berubah menjadi tempat ibadah.
Pembangunan Masjid Hj Anis Syarifah kini menjadi perhatian warga Palihan, yang menunggu proses berikutnya agar bangunan itu segera berdiri dan dapat digunakan untuk salat, pengajian, serta kegiatan keagamaan lain di lingkungan setempat.
Source: www.viva.co.id






