
Awal Juni membawa kabar yang langsung terasa bagi pengguna kendaraan diesel: harga solar nonsubsidi turun tajam di sejumlah SPBU besar. Koreksi paling mencolok terjadi pada Dexlite milik Pertamina yang anjlok Rp3.000 per liter, menandai perubahan besar di segmen bahan bakar diesel.
Penurunan ini muncul serentak di jaringan Pertamina, BP, dan Shell per 1 Juni 2026. Di saat yang sama, beberapa jenis bensin justru tidak bergerak, bahkan ada yang naik, sehingga peta harga BBM menjadi jauh lebih beragam.
Dexlite jadi sorotan utama
Di jaringan Pertamina wilayah Jabodetabek, Dexlite dengan cetane number 51 turun menjadi Rp23.000 per liter dari sebelumnya Rp26.000 per liter. Pertamina Dex dengan CN 53 juga ikut terkoreksi menjadi Rp24.800 per liter dari Rp27.900 per liter pada Mei.
Pergerakan serupa terlihat di SPBU swasta. BP menurunkan harga BP Ultimate Diesel menjadi Rp25.060 per liter dari Rp29.890 per liter, sementara Shell memangkas Shell V-Power Diesel menjadi Rp24.490 per liter dari Rp30.890 per liter.
Penurunan di tiga operator besar ini membuat awal Juni menjadi momen penting bagi pasar solar nonsubsidi. Selisih harga yang turun ribuan rupiah per liter berpotensi memengaruhi pilihan konsumen di lapangan.
Bensin tidak ikut turun
Berbeda dengan diesel, penyesuaian harga di lini bensin tidak merata. Pertamax tetap berada di level Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green juga tidak berubah dan masih Rp12.900 per liter sejak Maret.
Ada juga produk bensin yang naik. Pertamax Turbo dengan RON 98 naik menjadi Rp20.750 per liter dari sebelumnya Rp19.900 per liter.
Di BP, pola serupa terlihat pada produk bensin. BP Ultimate masih dijual Rp12.930 per liter dan BP 92 tetap di level Rp12.390 per liter.
Harga subsidi tetap stabil
Di luar BBM nonsubsidi, harga bahan bakar penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar masih bertahan di Rp6.800 per liter.
Stabilnya harga subsidi dan penugasan membuat penurunan kali ini benar-benar terfokus pada segmen solar nonsubsidi. Kondisi itu memberi pembeda yang jelas antara BBM premium dan produk yang masih berada dalam skema subsidi atau penugasan.
Daftar harga yang berubah
Berikut ringkasan harga BBM yang disebut mengalami perubahan pada awal Juni 2026.
| Produk BBM | Harga terbaru | Harga sebelumnya |
|---|---|---|
| Dexlite (Pertamina) | Rp23.000/liter | Rp26.000/liter |
| Pertamina Dex | Rp24.800/liter | Rp27.900/liter |
| BP Ultimate Diesel | Rp25.060/liter | Rp29.890/liter |
| Shell V-Power Diesel | Rp24.490/liter | Rp30.890/liter |
| Pertamax Turbo | Rp20.750/liter | Rp19.900/liter |
| Pertamax | Rp12.300/liter | tetap |
| Pertamax Green | Rp12.900/liter | tetap |
| Pertalite | Rp10.000/liter | tetap |
| Biosolar | Rp6.800/liter | tetap |
Di Shell, Shell V-Power Diesel tersedia di sejumlah SPBU di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Sebaran wilayah ini penting karena ketersediaan produk bisa berbeda antarjaringan dan lokasi SPBU.
Penyesuaian per 1 Juni 2026 menandai awal bulan dengan kompetisi harga yang lebih ketat di segmen diesel nonsubsidi. Bagi pengguna kendaraan diesel di wilayah yang terlayani, penurunan di Pertamina, BP, dan Shell memberi lebih banyak pilihan untuk membandingkan harga antaroperator.
Source: otodriver.com




