Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh biaya pengobatan korban tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur akan ditanggung penuh. Kepastian itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi setelah insiden yang menelan 14 korban jiwa dan membuat sejumlah penumpang lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Dedi menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Ia menegaskan bahwa Pemprov Jabar tidak hanya memberi perhatian kepada korban luka, tetapi juga mengambil tanggung jawab atas biaya perawatan selama proses pengobatan berlangsung.
Seluruh biaya rumah sakit ditanggung Pemprov Jabar
Dedi menuturkan bahwa puluhan korban luka sudah mendapat penanganan intensif di rumah sakit. Pemerintah daerah, kata dia, memastikan keluarga korban tidak terbebani biaya medis selama masa perawatan.
“Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit pada semua korban yang dirawat,” ujar Dedi.
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa Pemprov Jabar bergerak cepat merespons dampak kecelakaan di jalur kereta tersebut. Fokus utama saat ini berada pada pemulihan korban selamat agar layanan kesehatan bisa diberikan secepat mungkin.
Santunan Rp50 juta untuk keluarga korban meninggal
Selain menanggung biaya pengobatan, Pemprov Jabar juga menyiapkan santunan bagi keluarga korban yang meninggal dunia. Dedi menyebutkan masing-masing keluarga akan menerima bantuan sebesar Rp50 juta.
“Yang kedua, akan memberikan santunan kepada yang meninggal masing-masing Rp50 juta,” ucapnya.
Data sementara yang disampaikan Dedi menyebutkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang. Ia juga menyampaikan bahwa masih ada empat orang yang belum bisa dievakuasi karena terjepit setelah insiden terjadi.
Kejadian bermula dari taksi listrik mogok di lintasan
Dalam keterangannya, Dedi menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi setelah kereta berhenti karena ada taksi listrik yang mogok di lintasan rel. Kondisi itu kemudian memicu tabrakan yang menimbulkan korban jiwa dan korban luka.
Penyebab awal yang disampaikan tersebut menjadi bagian dari penanganan insiden yang kini masih menjadi perhatian publik. Dedi berharap peristiwa seperti itu tidak terulang dan tidak lagi menimpa warga Jawa Barat.
Fokus pemerintah daerah pada penanganan korban
Respons cepat Pemprov Jabar menunjukkan bahwa penanganan korban menjadi prioritas utama setelah insiden di Bekasi Timur. Selain menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit, pemerintah daerah juga memberi kepastian bantuan kepada keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya.
Dedi turut meminta doa masyarakat agar keluarga korban diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Sikap tersebut menegaskan bahwa penanganan pascakecelakaan tidak hanya berhenti pada aspek medis, tetapi juga pada dukungan bagi keluarga yang terdampak langsung.
Di sisi lain, informasi mengenai santunan Rp50 juta menjadi perhatian penting bagi keluarga korban meninggal yang kini menunggu kejelasan bantuan. Dengan kebijakan itu, Pemprov Jabar menyatakan ikut bertanggung jawab atas beban yang muncul akibat kecelakaan di jalur kereta Bekasi Timur.
Source: jabar.jpnn.com






