David da Silva Tetap Buru Kemenangan, Malut United Diterpa Tekanan Borneo FC Di Segiri

David da Silva datang ke Stadion Segiri dengan satu misi yang jelas: menang. Penyerang Malut United FC itu ingin menutup musim dengan hasil positif saat timnya menantang Borneo FC pada laga pekan terakhir BRI Super League 2025/26.

Bagi David, pertandingan ini bukan sekadar soal catatan pribadi. Laga di Samarinda juga punya dampak pada posisi akhir klasemen, sementara Borneo FC masih membawa kepentingan besar di papan atas.

Fokus utama tetap kontribusi untuk tim

David menegaskan bahwa tugasnya tidak berubah, yakni memberi kontribusi maksimal lewat permainan dan gol. Ia menyebut akan berusaha tampil sebaik mungkin agar Malut United bisa meraih hasil maksimal.

Sebagai penyerang utama, David merasa wajib tampil tajam di setiap kesempatan. Ia juga menekankan bahwa Malut United memilih dirinya untuk mengisi posisi ujung tombak, sehingga kontribusi di lini depan menjadi prioritas.

Meski persaingan menuju daftar top skor masih terbuka, David tidak ingin menjadikannya tujuan utama. Hingga pekan ke-33, ia sudah mencetak 23 gol dari 32 pertandingan dan berada di atas Alex Martins dari Dewa United Banten FC dengan 19 gol, serta Mariano Peralta dari Borneo FC dengan 18 gol.

Malut United tidak datang dengan kondisi ideal

Situasi Malut United di Samarinda tidak sepenuhnya menguntungkan. Sejumlah pemain inti dipastikan absen karena cedera dan akumulasi kartu, sehingga tim harus bekerja lebih keras menghadapi tekanan tuan rumah.

Kondisi itu membuat laga diperkirakan berlangsung ketat sejak awal. Borneo FC juga punya alasan kuat untuk tampil agresif karena masih berusaha menjaga peluang dalam persaingan gelar juara dengan Persib Bandung.

Tekanan dari tim tuan rumah menambah berat tugas Malut United. Namun, David menilai skuadnya tetap punya modal semangat untuk memberikan perlawanan.

Keyakinan tetap dijaga di ruang ganti

Di tengah absennya beberapa pemain, David memastikan para pemain yang dibawa ke Samarinda siap menjalankan rencana permainan pelatih. Ia melihat ada energi positif dalam skuad untuk tetap bersaing sampai akhir.

“Kami akan memberikan penampilan terbaik dan menjalankan game plan yang disiapkan pelatih,” kata David. “Saya harap semua pemain bisa menikmati pertandingan.”

Sikap itu menunjukkan Malut United ingin tetap bermain disiplin meski menghadapi lawan dengan motivasi tinggi. Bagi David, menjaga kepercayaan diri tim sama pentingnya dengan menjaga ketajaman di depan gawang.

Laga penutup yang menentukan posisi akhir

Pertandingan melawan Borneo FC punya arti lebih dari sekadar penutup musim. Tambahan poin bisa membantu Malut United finis lebih baik di klasemen BRI Super League 2025/26.

Karena itu, hasil di Segiri ikut menentukan bagaimana musim Malut United akan tercatat. Di saat yang sama, performa David tetap menjadi sorotan karena ketajamannya konsisten sepanjang musim.

Namun, sang penyerang menegaskan bahwa perhatian utamanya tetap pada hasil tim. “Fokus saya saat ini hanya untuk Malut United,” ujarnya, menempatkan kemenangan tim di atas hitung-hitungan personal.

Dengan situasi klasemen yang masih bergerak dan lawan yang sedang mengejar target besar, Malut United harus menjaga konsentrasi penuh. Bagi David da Silva, akhir musim yang baik hanya bisa diraih jika tim mampu merespons tekanan dengan permainan efektif di Stadion Segiri.

Source: www.medcom.id

Baca Juga

Back to top button