Changpeng Zhao atau CZ belum langsung kembali ke ritme lama setelah keluar dari penjara. Pendiri Binance itu mengaku masih perlu waktu, bahkan beberapa minggu atau bulan, untuk menata ulang hidup dan fokus pada arah berikutnya.
Pernyataan itu menunjukkan fase baru yang dijalani salah satu nama paling berpengaruh di dunia kripto. Meski hanya menjalani hukuman empat bulan, Zhao menyebut proses penyesuaian diri tidak berjalan instan.
Kasus hukum yang mengubah jalan hidup CZ
Masalah hukum Zhao bermula dari penyelidikan panjang Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Ia dituduh menjalankan platform keuangan tanpa perlindungan anti pencucian uang yang memadai.
Ia mengaku bersalah pada November 2023 dan mundur dari posisi CEO Binance. Setelah itu, Zhao menjalani hukuman empat bulan di penjara federal dan dibebaskan pada September 2024.
Pada 23 Oktober 2025, Presiden Trump menandatangani pengampunan penuh untuk Zhao. Gedung Putih menyebut kasus itu sebagai bagian dari “perang terhadap cryptocurrency” yang dikaitkan dengan pemerintahan Biden.
Zhao mengatakan belum sempat berterima kasih langsung kepada Trump. Ia menyatakan ingin menyampaikan ucapan itu secara tatap muka.
Musim dingin kripto belum membuatnya pesimistis
Di tengah pemulihan pribadinya, Zhao tetap melihat siklus pasar kripto sebagai sesuatu yang berulang. Ia menilai industri ini masih bertumbuh, meski harga bitcoin di level $60.000 menurutnya bukan sesuatu yang tinggi.
Zhao juga menempatkan kepanikan pasar saat ini dalam konteks sejarah. Ia mengingat musim dingin kripto sebelumnya, sekitar empat tahun lalu, ketika harga bitcoin sempat berada di $16.000.
Menurutnya, industri kripto masih membutuhkan lebih banyak aplikasi dan lebih banyak kasus penggunaan. Ia menilai semakin banyak penggunaan baru sedang dibangun para pengembang.
Pengalaman di penjara dan tekanan mental
Soal masa di balik jeruji, Zhao mengatakan ia diperlakukan sama seperti tahanan lain. Perlakuan itu justru membuatnya lega karena sempat khawatir akan dikenali dan diperlakukan berbeda.
Ia menyebut beban psikologis sebagai bagian tersulit dari seluruh proses itu. Sorotan media yang menyebut dirinya berpotensi menjadi orang terkaya yang pernah masuk penjara di Amerika Serikat ikut menambah tekanan.
Zhao juga mengaku para konsultan dan pengacaranya memperingatkan kemungkinan dirinya menjadi target utama pemerasan. Menurutnya, ketidakpastian seperti itu terasa jauh lebih berat daripada kondisi fisik selama menjalani hukuman.
Arah baru setelah bebas
Untuk 25 tahun ke depan, Zhao ingin fokus berinvestasi pada pendiri yang punya dampak besar. Ia menargetkan teknologi yang berpotensi mengubah dunia, meski mengakui banyak investasi pada akhirnya akan gagal.
Selain itu, ia masih menggarap Gig Academy, platform pendidikan gratis yang menjadi salah satu perhatian barunya. Zhao menyebut platform itu kini memiliki 500.000 anak terdaftar, naik dari 100.000 sekitar enam bulan sebelumnya.
Di luar pendidikan, Zhao juga masih memberi nasihat kepada sejumlah pemerintah soal kebijakan regulasi kripto. Setelah penjara dan pengampunan presiden, langkahnya tampak tetap dekat dengan dua hal yang selama ini membentuk namanya, yaitu kripto dan pendidikan.
