Crypto Buka Jalur ke SpaceX Jelang IPO Besar, Investor Global Berebut Masuk

SpaceX belum resmi melantai, tetapi pasar kripto sudah membuka banyak jalan bagi investor untuk ikut menumpang ekspektasi atas debut besarnya. Di tengah buku pesanan Wall Street yang disebut sangat oversubscribed, berbagai produk digital berlomba menawarkan eksposur ke perusahaan antariksa milik Elon Musk itu.

Yang menarik, sebagian besar akses itu tidak datang dalam bentuk saham asli. Investor justru diarahkan ke prediction markets, perpetual futures, dan aset sintetis yang meniru kinerja SpaceX, dengan konsekuensi yang berbeda dari kepemilikan saham biasa.

Akses luas, tetapi bukan kepemilikan penuh

Produk-produk ini membuat batas antara aset tradisional dan aset digital semakin kabur. Namun, meski terlihat membuka pintu lebih lebar, instrumen yang ditawarkan umumnya tidak memberi dividen, hak suara, atau klaim langsung atas aset SpaceX.

Di banyak kasus, produk tersebut juga belum tersedia di AS karena regulasi tokenized assets masih terus berubah. Itu membuat pasar luar negeri menjadi sasaran utama bagi investor yang sebelumnya sulit menjangkau IPO Amerika Serikat.

Kraken melalui Payward menawarkan token yang didukung saham SpaceX pada harga penawaran tetap $135 per saham. Lewat xStocks, produk itu tersedia di lebih dari 100 negara dan ditujukan untuk investor ritel di luar AS.

Global Head of Payward Services Mark Greenberg mengatakan seorang investor ritel di Medellín, Madrid, atau Malaysia dapat memperoleh akses yang serupa. Ia menegaskan bahwa go public seharusnya berarti publik untuk semua orang.

Taruhan valuasi SpaceX ikut menyebar

Di sisi lain, pasar prediksi ikut mengubah SpaceX menjadi arena spekulasi valuasi. Di Polymarket, pengguna dapat memasang taruhan pada kapitalisasi pasar penutupan SpaceX, dengan pasar yang saat ini memperkirakan nilainya berada di kisaran $2 triliun hingga $2.5 triliun pada hari pertama.

Kalshi tidak menawarkan taruhan serupa meski berbasis dan diatur ketat di AS. Sementara itu, di Myriad milik Dastan, perusahaan induk Decrypt, para trader memperkirakan peluang 94% bahwa kapitalisasi pasar SpaceX akan ditutup di atas $1.3 triliun pada Jumat.

Produk derivatif juga ikut masuk ke perburuan ini. Coinbase International menawarkan kontrak perpetual futures pra-IPO untuk SpaceX, dengan acuan valuasi implisit perusahaan dan penyesuaian posisi saat SpaceX resmi debut.

Di Hyperliquid, bursa terdesentralisasi, trader dapat berspekulasi melalui derivatif serupa yang tidak kedaluwarsa dan diperdagangkan sepanjang waktu. Pada saat penulisan, pasar yang dibentuk melalui TradeXYZ menilai perusahaan Musk itu di level $168 per saham.

Tokenisasi kembali memicu debat soal batas kepemilikan

Gelombang produk baru ini juga mengingatkan pada kontroversi stock tokens yang pernah ditawarkan Robinhood kepada pelanggan di Eropa. Token yang terkait dengan SpaceX dan OpenAI itu sempat dipersoalkan oleh pembuat ChatGPT, sebelum Robinhood menjelaskan bahwa instrumen tersebut adalah “tokenized contracts that follow their price, recorded on a blockchain.”

Backpack kemudian menambah opsi lain dengan meluncurkan layanan yang memungkinkan pengguna memperdagangkan token SpaceX berbasis Solana di platformnya atau di dompet self-custodial. Token itu disiapkan untuk bisa ditebus menjadi saham tradisional, sehingga minat terhadap eksposur ke perusahaan privat bernilai sangat besar makin mudah disalurkan.

Pada akhirnya, SpaceX menjadi salah satu contoh paling jelas tentang bagaimana crypto mencoba menjembatani permintaan investor ritel terhadap aset privat besar, sambil tetap bergerak dalam batas regulasi yang belum sepenuhnya stabil. Di saat saham asli masih berada di jalur IPO yang sangat ramai, pasar digital bergerak lebih cepat untuk menawarkan versi eksposur yang berbeda.

Terkait