Cox Balas Kepercayaan Longmuir, Dilema Ruck Fremantle Kini Makin Terbuka

Mason Cox memanfaatkan kesempatan langka itu dengan cara terbaik, dan Justin Longmuir kini punya dilema baru di lini ruck Fremantle. Setelah tampil meyakinkan saat Dockers mengalahkan Sydney di Optus Stadium, masa depan pilihan ruck utama tim itu kembali diperdebatkan.

Cox turun sebagai pengganti sejak ronde 15 karena Sean Darcy diistirahatkan usai jadwal padat. Keputusan itu bukan hanya menjaga kondisi Darcy, tetapi juga membuka ruang bagi Cox untuk menampilkan performa paling kuatnya bersama Fremantle.

Cox tampil kuat saat Darcy diistirahatkan

Darcy sebenarnya disebut bisa bermain jika punya jeda tujuh hari, tetapi Fremantle memilih tidak mengambil risiko dengan lututnya yang bermasalah. Situasinya masuk akal karena sang ruck harus menjalani tiga laga dalam 12 hari.

Cox menjawab kepercayaan itu dengan marking yang kuat, kerja ruck yang solid, dan satu gol krusial di kuarter keempat. Longmuir bahkan menilai itu sebagai laga terbaik Cox sejak bergabung dengan klub.

“I thought it was the best he’s marked the footy, and I thought his ruck work was strong,” kata Longmuir.

Ia juga menyoroti pengaruh Cox saat masuk dari bangku cadangan. “Jacko” Luke Jackson dan Brodie Grundy sedang bertarung ketat, lalu Cox hadir dan memberi dampak besar ketika turun bermain.

PemainSituasiDampak
Mason CoxTurun saat Sean Darcy diistirahatkanMarking kuat, ruck solid, gol krusial
Sean DarcyDiistirahatkan karena jadwal padat dan lutut bermasalahKesempatan bermain diberikan lebih aman setelah beban tinggi
Luke JacksonBertarung dengan Brodie Grundy di lini ruckMenjadi bagian dari duel ruck yang sengit
Brodie GrundyBertarung dengan Luke Jackson di lini ruckMenjadi lawan dalam pertarungan ruck yang ketat

Persaingan tempat di ruck makin sehat

Longmuir menegaskan bahwa setiap pemain harus terus merebut tempatnya sendiri. Menurutnya, persaingan seperti ini sehat karena membuat para pemain tetap waspada dan siap tampil kapan saja.

“Everyone really needs to earn their spot in the side, don’t they? So we’ve got competition for spots, not just in the ruck, we’ve got competition for spots all over the ground,” kata Longmuir kepada www.afl.com.au.

“He got his opportunity tonight and came on and performed his role. So it’s healthy competition for spots. It keeps everyone on edge and preparing really well.”

Dengan performa Cox yang mengesankan, keputusan soal siapa yang akan mengisi posisi ruck utama belum akan diputuskan malam itu. Longmuir memilih menunda pembahasan tersebut hingga pekan depan.

Babak pertama buruk, lalu Dockers meledak

Fremantle sempat menjalani babak pertama yang sangat buruk dengan catatan 0.11. Itu menjadi kali ketiga dalam sejarah klub mereka tidak mencetak gol sama sekali hingga turun minum.

Namun setelah jeda, Dockers bangkit besar dan menambahkan 100 poin untuk mengunci kemenangan. Longmuir menilai timnya tetap berada di jalur yang benar meski peluang awal belum berbuah skor.

Ia menekankan bahwa proses tetap lebih penting daripada panik saat bola belum mau masuk. Menurutnya, peluang dan volume serangan pada akhirnya akan membuat papan skor ikut berubah.

“I thought our second quarter in particular was strong without hitting the scoreboard as much as we like, but it’s about process,” kata Longmuir.

“Law of averages will say that you’re not going to kick 0.22 for the game, so you’ve just got to keep maintaining faith in the process and the plan that we went in with, and eventually the scoreboard will look after itself.”

“Once we got the crowd into it, it becomes quite daunting I would imagine for the opposition, and the floodgates open with the amount of field position we were getting.”

Pearce memimpin, insiden taunting ikut disorot

Setelah kekalahan dari Greater Western Sydney pekan lalu yang disebut Longmuir sebagai performa terburuk mereka dalam beberapa tahun, sang pelatih merasa bangga karena pemain mampu merespons dengan tanggung jawab. Kapten Alex Pearce juga menonjol lewat kepemimpinan tenang dan sebuah mark penyelamat di akhir laga.

“He doesn’t second guess himself, does he? There’s no situation he doesn’t want to be in, so he’s led by example all year and he just continues to do it,” kata Longmuir.

“I thought he was terrific. He played with the right mindset … and led from the front.”

Longmuir juga menyoroti insiden taunting yang menghasilkan free kick untuk kedua tim. Luke Ryan memberi Sydney gol awal setelah menyentuh kepala Chad Warner usai sang gelandang gagal mengeksekusi tendangan, sementara Jye Amiss juga menerima free kick terbalik setelah Dane Rampe melakukan hal serupa.

Ia dan Dean Cox sama-sama menilai pemain harus menghindari gestur semacam itu karena AFL sudah memberi pesan yang sangat jelas. “It’s clear. The AFL said it’s clear. Maybe we could have educated our players a little bit better on that,” kata Longmuir.

“I haven’t seen it in the game for months, so for two to happen in one night is a bit odd.”

“But the AFL has made it really clear that you can’t do it. So why do it?”

Source: www.afl.com.au
Terkait