China Murka atas Sanksi AS, Ancam Balasan Lebih Keras ke Raksasa Amerika

Author: Cung Media

China merespons keras langkah Amerika Serikat yang menjatuhkan sanksi kepada sejumlah perusahaan besar asal Negeri Tirai Bambu. Beijing menegaskan tidak akan tinggal diam dan mengancam akan membalas lebih keras jika Washington terus dianggap memperlakukan perusahaan-perusahaan China secara tidak adil.

Ketegangan ini kembali menyorot hubungan dua ekonomi terbesar dunia yang belum juga mereda. Di tengah gencatan senjata perang dagang yang sempat dipertahankan Donald Trump dan Xi Jinping, kebijakan baru AS justru memunculkan tekanan diplomatik baru.

Daftar perusahaan yang ikut terseret

Langkah terbaru Washington menyasar sejumlah nama besar yang dinilai membantu memajukan militer dan industri domestik China. Perusahaan yang masuk daftar antara lain Alibaba, Baidu, BYD, NIO, Trina Solar, dan JA Solar Technology.

Perusahaan Sektor yang Tersentuh
Alibaba Teknologi
Baidu Teknologi
BYD Kendaraan listrik
NIO Kendaraan listrik
Trina Solar Energi surya
JA Solar Technology Energi surya

Bagi Beijing, kebijakan tersebut bukan sekadar urusan bisnis. Pemerintah China menilai tindakan Pentagon mengabaikan konsensus yang sebelumnya dicapai dalam pertemuan Trump dan Xi Jinping.

Aturan baru yang membatasi kontrak langsung

Berdasarkan aturan yang berlaku, Departemen Pertahanan AS dilarang melakukan kontrak langsung dengan perusahaan yang masuk daftar hitam. Mulai tahun depan, pembelian produk atau layanan dari perusahaan tersebut hanya bisa dilakukan secara terbatas melalui pihak ketiga.

Daftar baru itu menggantikan kebijakan yang dikeluarkan pada awal tahun 2025. Kebijakan ini juga muncul sebulan setelah Trump dan Xi mempertahankan gencatan senjata perang dagang.

Beijing menekan Washington untuk mundur

Kementerian Perdagangan China mengatakan pihaknya akan merespons dengan tegas dan keras. Dalam pernyataan yang dikutip Reuters, kementerian itu juga mendesak pemerintahan Donald Trump menghentikan praktik yang dinilai keliru dan kembali ke jalur yang benar demi menjaga hubungan strategis yang stabil.

China menegaskan sangat tidak puas dan menentang langkah tersebut. Pemerintah Xi Jinping menilai sanksi baru AS justru memperlebar jarak di saat kedua negara seharusnya menjaga kestabilan hubungan strategis.

Dampaknya meluas ke teknologi, otomotif, dan panel surya

Masuknya Alibaba dan Baidu menunjukkan bahwa kebijakan AS tidak hanya menyasar manufaktur berat atau teknologi pertahanan. Sektor kendaraan listrik dan energi surya juga ikut terdampak, lewat nama BYD, NIO, Trina Solar, dan JA Solar Technology.

Pola ini mengisyaratkan bahwa Washington memperluas pengawasan pada perusahaan yang dinilai punya kaitan dengan kepentingan industri dan militer China. Bagi Beijing, perluasan daftar itu menjadi alasan tambahan untuk menekan AS agar menghentikan langkah yang dianggap tidak adil.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terbaru