Coinbase sedang mengubah identitasnya dari bursa kripto menjadi aplikasi keuangan serba ada. Lewat pembaruan System Update terbaru, perusahaan ini mulai menempatkan saham, derivatif, AI, dan produk konsumen dalam satu ekosistem.
Langkah itu membuat Coinbase semakin dekat dengan model “everything exchange”. Pengguna bisa memperdagangkan saham AS, ETF, dan indeks bersama kripto, lalu memindahkan portofolio saham dari broker lain ke platform yang sama.
Paket Produk yang Makin Lebar
Ekspansi ini tidak berhenti di aset dasar. Coinbase juga menambah opsi ekuitas dan kripto, tokenized stocks yang didukung satu banding satu oleh saham asli dengan dividen yang diteruskan, serta perpetual futures untuk keranjang tematik seperti AI, pertahanan, dan saham China.
Di sisi yang lebih agresif untuk trader, perusahaan itu juga menyiapkan pre-IPO perps, SEC-registered AI advisor, dan automated trading agents. Rangkaian ini menunjukkan bahwa Coinbase ingin menggabungkan aktivitas trading klasik dengan alat otomatis berbasis AI.
Taruhan Besar pada AI dan Aset Ter-tokenisasi
Arah bisnis ini memperlihatkan ambisi Coinbase untuk menghapus batas antara crypto dan pasar tradisional. Dalam skenario itu, pengguna bisa memindahkan saham dari Schwab atau Robinhood, memperdagangkan opsi dan kripto di tempat yang sama, lalu membiarkan AI advisor mengelola portofolio mereka.
Model tersebut membuat Coinbase terasa seperti gabungan broker, bank, robo-advisor, dan bursa kripto. Bagi pengguna, hasilnya adalah lebih banyak pilihan dalam satu aplikasi, bukan harus berpindah-pindah layanan.
Masih Relevan di Tengah Pasar yang Berubah
Pembaruan ini juga sejalan dengan tren agentic trading, kebutuhan infrastruktur untuk AI agents, serta minat yang masih tinggi pada tokenized stocks dan perpetual futures. Momentum pasar ikut memberi dukungan, terutama setelah Hyperliquid mendorong minat besar pada perp futures dan Standard Chartered memperkirakan RWA bisa tumbuh 40x pada 2030.
Di pasar kripto sendiri, suasana sedang lebih lemah. Crypto majors turun 2% sampai 3% menjelang FOMC, dengan BTC di $64.8k, ETH di $1,763, SOL di $72.20, dan HYPE di $71.
Tekanan dan Peluang di Sektor yang Sama
Pergerakan di sektor ini juga menunjukkan tekanan yang berbeda-beda. Altcoin sell pressure di spot exchange mencapai level tertinggi dalam lima tahun menurut CryptoQuant, sementara Kalshi perps volume melewati $5.5 miliar dalam dua pekan pertama sejak peluncuran.
Di sisi kompetitor, Robinhood memangkas sekitar 10% staf untuk merapikan operasi di tengah turunnya pendapatan trading kripto, sedangkan Binance disebut kemungkinan ditolak untuk lisensi EU di bawah MiCA.
Arus dana ke ETF masih memberi napas bagi pasar. Bitcoin ETFs dan ETH ETFs masing-masing mencatat $10 juta net inflow pada hari Selasa, dan HYPE ETFs menambah $9 juta inflow pada hari yang sama.
BlackRock juga ikut memperluas permainan di area pendapatan pasif lewat iShares Bitcoin Premium Income ETF, yang menghasilkan imbal hasil bulanan melalui strategi covered call atas eksposur Bitcoin.
Dengan begitu banyak produk baru dalam satu rilis, Coinbase sedang mencoba membangun posisi yang lebih luas daripada sekadar tempat beli-jual kripto. Tantangan berikutnya adalah apakah pengguna benar-benar akan memusatkan saham, opsi, derivatif, dan alat AI mereka di satu aplikasi yang sama.
