Spanyol Rebut Piala Dunia 2026 Sambil Lewati Rekor Italia yang Bertahan 37 Laga

Spanyol mengakhiri Piala Dunia 2026 dengan dua pencapaian besar dalam satu malam. La Furia Roja merebut trofi dunia sekaligus mematahkan rekor laju tak terkalahkan terpanjang di sepak bola internasional.

Kemenangan 1-0 atas Argentina pada final di East Rutherford, Senin (20/7) dini hari WIB, membawa rentetan Spanyol menjadi 38 pertandingan tanpa kekalahan. Catatan itu melewati torehan Italia yang sebelumnya bertahan di angka 37 laga.

Rekor Italia Akhirnya Terlewati

Spanyol membangun rangkaian tanpa kekalahan tersebut sejak Maret 2024. Dalam 38 pertandingan, tim asuhan Luis de la Fuente mencatatkan 29 kemenangan dan sembilan hasil imbang.

Italia sebelumnya menjadi pemegang rekor dengan 37 pertandingan tanpa kalah. Rangkaian Azzurri itu berlangsung dari Oktober 2018 hingga September 2021.

TimLaju Tak TerkalahkanPeriode
Spanyol38 pertandinganSejak Maret 2024
Italia37 pertandinganOktober 2018–September 2021

Rekor tersebut memberi bobot tambahan pada gelar dunia yang diraih Spanyol. Mereka tidak hanya menuntaskan turnamen sebagai juara, melainkan juga melampaui standar konsistensi yang pernah diciptakan Italia.

Menurut sport.detik.com, perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026 sendiri berlangsung dalam delapan pertandingan tanpa kekalahan. Satu-satunya hasil imbang terjadi pada laga pembuka fase grup saat mereka ditahan Cape Verde 0-0.

Cape Verde datang ke turnamen sebagai tim debutan dan mampu membuat Spanyol gagal menang pada pertandingan pertama. Namun, hasil itu justru menjadi satu-satunya hambatan dalam perjalanan La Furia Roja menuju final.

Tujuh Kemenangan Beruntun Menuju Final

Setelah imbang pada laga pembuka, Spanyol langsung membukukan tujuh kemenangan beruntun. Rangkaian tersebut membawa mereka melewati fase turnamen hingga bertemu Argentina pada laga puncak.

Final berjalan rapat dan tidak menghasilkan gol sepanjang waktu normal. Kedua tim belum mampu menemukan pembeda sebelum pertandingan berlanjut ke masa perpanjangan waktu.

Spanyol kemudian mendapatkan gol penentu melalui Ferran Torres. Pemain yang masuk sebagai pengganti itu mencetak gol pada babak perpanjangan waktu untuk memastikan kemenangan 1-0.

Gol Torres mengubah pertandingan ketat menjadi malam bersejarah bagi Spanyol. Kemenangan itu mengantarkan Tim Matador meraih gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka.

Gelar Kedua dan Pesan De la Fuente

Sebelum keberhasilan pada 2026, Spanyol pernah menjadi juara dunia pada 2010. Dengan dua trofi, mereka kini sejajar dengan Uruguay dan Prancis dalam daftar negara pemilik dua gelar Piala Dunia.

Luis de la Fuente menyampaikan kebanggaannya setelah timnya memastikan gelar. Pelatih Spanyol itu menilai pencapaian tersebut sebagai penutup fase penting bagi skuadnya.

“Kami adalah juara dunia. Saya sayang gembira dan bangga dengan para pemain. Kami telah menutup sebuah bab yang sangat penting,” kata De la Fuente seperti dilansir AS.

De la Fuente juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan akhir dari perjalanan timnya. “Lebih jauh lagi, ini adalah sebuah tim dengan sebuah sejarah yang panjang. Kami memikirkan apa yang akan datang selanjutnya,” ujarnya.

Trofi Piala Dunia, tujuh kemenangan beruntun setelah laga pembuka, dan rekor 38 pertandingan tanpa kekalahan kini menjadi bagian dari pencapaian Spanyol. Rangkaian itu menempatkan mereka sebagai juara sekaligus pemegang rekor baru di sepak bola internasional.

Source: sport.detik.com
Terkait