CATL Siap Guncang Pasar EV, Baterai Sodium-Ion Ini Tembus 400 Km dan Tahan Dingin Ekstrem

CATL semakin dekat membawa baterai sodium-ion ke tahap komersial besar. Produsen baterai asal China itu menargetkan produksi massal dimulai pada akhir 2026, di saat pasar kendaraan listrik masih sangat bergantung pada lithium.

Langkah ini penting karena CATL mengklaim telah menyelesaikan sejumlah hambatan utama dalam manufaktur baterai natrium-ion. Chief Scientist CATL, Wu Kai, menyebut target produksi skala besar bisa berjalan mulai akhir 2026 setelah kendala tersebut terpecahkan.

Daya jelajah mulai masuk kelas kompetitif

Salah satu alasan sodium-ion mulai dilirik adalah peningkatan performanya. Baterai sodium-ion generasi terbaru CATL saat ini memiliki kepadatan energi hingga 175 Wh/kg, yang disebut sebagai salah satu yang tertinggi untuk baterai sodium-ion yang sudah diproduksi massal.

Dengan spesifikasi itu, kendaraan listrik diklaim mampu menempuh lebih dari 400 kilometer dalam sekali pengisian daya. CATL juga menargetkan jarak tempuhnya bisa naik ke kisaran 500 hingga 600 kilometer seiring matangnya rantai pasok dan teknologinya.

Lebih tahan cuaca dingin

Keunggulan lain yang ditegaskan CATL ada pada performa di suhu ekstrem. Perusahaan mengklaim baterainya masih mampu mempertahankan lebih dari 90 persen kapasitas pada suhu minus 40 derajat Celcius.

Karakter ini menjadi nilai tambah besar karena suhu sangat rendah sering menurunkan performa baterai kendaraan listrik konvensional. Untuk pasar mobil listrik di wilayah bersuhu dingin, daya tahan seperti ini bisa menjadi pembeda yang jelas.

Bahan baku lebih melimpah, biaya bisa turun

Dari sisi pasokan, sodium atau natrium dinilai jauh lebih melimpah dibanding lithium. Kondisi tersebut membuat ketersediaannya dianggap lebih stabil dan tidak terlalu rentan terhadap fluktuasi harga.

Sejumlah laporan menyebut teknologi ini berpotensi memangkas biaya hingga sekitar 30 persen dibanding baterai lithium iron phosphate atau LFP setelah ekosistem produksinya berkembang penuh. Potensi efisiensi itu membuat sodium-ion dipandang sebagai kandidat kuat untuk kendaraan listrik yang lebih terjangkau.

Tidak hanya menyasar mobil listrik

CATL juga mulai memperluas penggunaan teknologi ini ke luar sektor otomotif. Perusahaan telah menandatangani kerja sama pasokan baterai sodium-ion berkapasitas 60 GWh untuk kebutuhan penyimpanan energi.

Kesepakatan itu disebut sebagai salah satu yang terbesar di industri saat ini. Arah pengembangan tersebut menunjukkan sodium-ion bukan hanya disiapkan untuk mobil listrik murah, tetapi juga untuk sistem penyimpanan energi skala besar yang membutuhkan solusi stabil dan efisien.

Perkembangan ini menempatkan CATL di posisi strategis dalam persaingan teknologi baterai berikutnya. Jika produksi massal benar-benar dimulai sesuai target, sodium-ion bisa menjadi alternatif yang lebih murah, lebih stabil, dan lebih siap menghadapi iklim ekstrem.

Source: www.liputan6.com

Baca Juga

Back to top button