Casio Vintage memilih cara yang tidak biasa untuk memamerkan jam tangan klasiknya di Jakarta. Lewat pameran imersif The Journey of Invention, CASIO Indonesia tidak hanya memajang produk, tetapi juga membawa pengunjung menyusuri sejarah dan identitas yang membentuk nama besar merek itu.
Pameran ini dirancang sebagai pengalaman naratif dan visual, sehingga pengunjung bisa melihat bagaimana inovasi CASIO tumbuh dari awal. Di balik penyajiannya, ada penekanan kuat pada filosofi “From 0 to 1” yang sejak lama dikaitkan dengan pendiri Toshio Kashio.
Filosofi yang mendorong inovasi CASIO
Prinsip “From 0 to 1” merujuk pada semangat menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, bukan sekadar mengikuti tren. Filosofi itu menjadi landasan berbagai lini inovasi CASIO, dari kalkulator elektronik pertama di dunia hingga jam tangan digital yang kemudian menjadi ikon lintas generasi.
Melalui pendekatan ini, pameran tidak berhenti pada nostalgia. CASIO ingin menunjukkan bahwa warisan desain dan inovasinya masih punya tempat di tengah perubahan selera dan gaya hidup.
Empat zona pengalaman yang membentuk alur pameran
Pengunjung diajak melewati empat zona pengalaman yang disusun untuk menuturkan perjalanan merek secara bertahap. Keempat zona itu adalah Akar Inovasi, Isi Kepala Toshio Kashio, Evolusi Digital, dan Warisan Masa Depan.
| Zona | Fokus Utama | Isi Pengalaman |
|---|---|---|
| Akar Inovasi | Sejarah awal CASIO | Menampilkan masa saat CASIO merajai teknologi kalkulator mekanis |
| Isi Kepala Toshio Kashio | Proses berpikir pendiri | Memberi gambaran visual tentang kreativitas Toshio Kashio |
| Evolusi Digital | Lahirnya jam tangan digital | Menyoroti hadirnya lini jam tangan digital pertama di dunia |
| Warisan Masa Depan | Relevansi masa kini | Menegaskan jam tangan lama tetap diminati sebagai fashion item |
Susunan empat zona itu membuat alur pameran terasa seperti perjalanan sejarah yang bergerak dari akar inovasi ke masa depan. Di bagian akhir, koleksi lama ditempatkan bukan sebagai benda nostalgia semata, melainkan sebagai bagian dari budaya gaya hidup yang masih hidup.
Koleksi arsip dan CASIO Vintage jadi daya tarik utama
Seluruh pengalaman dikemas melalui instalasi arsip langka, materi visual historis, dan koleksi pilihan dari lini CASIO Vintage. Koleksi tersebut menjadi pusat perhatian karena memang sudah lama diburu para kolektor.
Raizar Amar, Head Division of Marketing Communication and Creative PT Fokus Jaya Bersama Lifestyle, mengatakan CASIO Vintage telah mengakar dalam budaya populer di berbagai belahan dunia. Ia menegaskan pameran ini dirancang untuk menghadirkan lebih dari sekadar display produk.
Menurutnya, pengalaman yang dibangun juga membawa sejarah, nilai emosional, dan konsistensi inovasi merek ke hadapan pengunjung. Karena itu, pameran diposisikan sebagai ruang untuk memahami mengapa CASIO tetap bertahan lintas generasi.
Ada ruang audio-visual hingga nuansa urban Jepang
Selain sisi edukatif, penyelenggara menambahkan elemen interaktif agar pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan atmosfer acara. Salah satunya adalah ruang audio-visual yang memadukan pengalaman visual dan pendengaran.
Pengunjung juga bisa mengikuti program raffle eksklusif dengan hadiah menarik. Di area luar toko, suasana dibuat lebih santai dengan nuansa kultur urban Jepang dan musik dari piringan hitam.
Pelataran acara turut diisi sajian bar yang dikurasi khusus oleh Fuglen Jakarta. Kombinasi ini membuat pameran terasa seperti ruang gaya hidup yang memadukan desain, musik, dan pengalaman berkumpul.
Pada hari pertama, acara dibagi untuk tamu undangan dan media pada pukul 18.00 hingga 20.00 WIB sebelum dibuka untuk masyarakat umum. Dengan format seperti ini, CASIO mencoba memperlihatkan bahwa sejarah jam tangan klasik juga bisa disajikan dengan cara yang modern dan relevan.
