Casa Grata tumbuh dari kebutuhan yang sangat personal, lalu berkembang menjadi merek camilan sehat yang mulai menembus pasar luar negeri. Brand ini lahir dari kebiasaan hidup sehat yang sudah dijalani sejak kecil oleh Jane Tanuwijaya, di tengah kondisi keluarga yang akrab dengan berbagai riwayat penyakit.
Dari latar itu, Casa Grata membangun posisinya sebagai camilan berbasis nabati dengan konsep gluten free dan vegan. Perjalanan bisnisnya menunjukkan bahwa snack bisa tetap enak tanpa harus keluar dari pola makan yang lebih terjaga.
Berangkat dari kebutuhan keluarga
Latar belakang merek ini erat dengan kondisi kesehatan keluarga Jane. Ibunya merupakan penyintas kanker, ayahnya pernah menjalani pemasangan ring jantung, sementara saudara-saudaranya mengalami intoleransi laktosa dan gluten.
Karena itu, makanan sehat sudah menjadi bagian dari konsumsi harian sejak Jane masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia terbiasa dengan nasi merah, nasi hitam, lentil, dan bahan pangan lain yang lebih sehat dari pola makan umum.
Dari camilan rumahan ke produk komersial
Casa Grata mulai dibangun pada 2018 dengan nama Taste Home sebelum berganti nama menjadi Casa Grata setahun setelahnya. Awalnya, camilan dibuat untuk konsumsi sendiri, lalu dibagikan kepada orang-orang terdekat dan mendapat respons positif.
Fokus utamanya sederhana, yaitu menghadirkan snack sehat yang tetap menyenangkan dinikmati. Jane menilai perubahan hidup sehat tidak harus ekstrem, karena langkah kecil seperti memilih camilan yang lebih baik sudah bisa menjadi awal kebiasaan baru.
Produk dibuat dengan pendekatan yang ketat
Seluruh produk Casa Grata berbahan dasar almond dan kacang mede. Produk pertamanya adalah crackers dengan tiga varian rasa, yakni herbs, sesame, dan sea salt.
| Produk | Varian Rasa | Ciri Utama |
|---|---|---|
| Crackers pertama | Herbs, Sesame, Sea Salt | Dipanggang, gluten free, berbasis nabati |
| Crackers baru | Onion, Cajun, Cinnamon | Hasil riset dan pengembangan |
| Cookies | Chocolate, Caramel, Dates/Kurma, Salciz | Masuk jaringan ritel modern |
Perusahaan juga memastikan produknya telah melalui pengujian laboratorium. Di sisi lain, camilan dipanggang, bukan digoreng, serta tidak menggunakan bahan pengawet maupun perasa buatan.
Bali jadi pintu masuk, Jakarta menyusul
Sebelum meluas, Casa Grata lebih dulu membidik Bali sebagai pasar awal. Pertimbangannya sederhana, karena masyarakat Bali dan wisatawan mancanegara dinilai lebih akrab dengan produk gluten free dan camilan sehat.
Setelah mendapat sambutan baik di Bali, distribusi mulai diperluas ke Jakarta. Perusahaan juga terus mengedukasi pasar agar pilihan camilan sehat makin mudah diterima.
BRI membantu percepatan pertumbuhan
Perjalanan bisnis Casa Grata melesat setelah mengikuti berbagai program pemberdayaan UMKM dari BRI. Perusahaan masuk Top 20 Pengusaha Muda Brilian pada 2024 dan meraih penghargaan Best Participant dalam program inkubasi Growpreneur.
Casa Grata juga mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) 2023 dan BRI UMKM EXPO(RT) 2025. Dari rangkaian program itu, Jane menyebut bisnisnya mendapat manfaat berupa promosi, perluasan jejaring, hingga kesempatan tampil di pameran luar negeri.
Ekspor terbuka lewat pameran internasional
Ajang Food & Hotel Asia (FHA) & Beverage di Singapura pada 2025 menjadi momentum penting bagi Casa Grata. Dari pameran tersebut, perusahaan bertemu calon pembeli dari berbagai negara dan memperluas peluang bisnis internasional.
Produk Casa Grata pertama kali diekspor ke Malaysia. Setelah itu, pasar berkembang ke Singapura, Korea Selatan, Australia, dan Kanada dalam skala business to consumer atau B2C.
Sejak tahun lalu, Casa Grata juga sudah memiliki reseller di Malaysia dan Singapura. Reseller di Singapura diperoleh setelah pertemuan langsung dengan pembeli saat mengikuti pameran Food & Hospitality Asia.
Pertumbuhan omzet dan ekspansi distribusi
Dampak dari pameran dan pendampingan terlihat pada pertumbuhan usaha. Jane menyebut omzet Casa Grata meningkat sekitar 30% dibandingkan sebelum mengikuti program-program tersebut.
Dalam satu proyek, penjualan tertinggi Casa Grata pernah mencapai sekitar 17 ribu kemasan. Saat ini produk mereka hadir di berbagai kota, termasuk Jakarta, Bali, Surabaya, Bandung, Riau, hingga Jayapura.
| Wilayah | Kehadiran Produk | Kanal Penjualan |
|---|---|---|
| Jakarta | Tersedia | Food Hall dan toko makanan sehat |
| Bali | Tersedia | Resor dan kafe |
| Surabaya, Bandung, Riau, Jayapura | Tersedia | Distribusi berbagai kota |
Menjaga kualitas untuk pasar yang lebih besar
Saat ini Casa Grata menyiapkan ekspansi kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor. Australia menjadi salah satu negara yang dibidik karena dianggap punya potensi besar, meski tingkat persaingannya juga tinggi.
Perusahaan juga terus memperkuat sertifikasi, termasuk HACCP atau Hazard Analysis and Critical Control Points. Sertifikasi ini penting untuk mendukung ekspansi ke pasar yang lebih ketat dalam aspek keamanan pangan.
Di pasar yang lebih luas, produk Casa Grata mendapat ulasan positif dari pembeli yang menilai camilan ini enak sekaligus terasa lebih sehat. Beberapa varian seperti Herbs dan Onion & Garlic disebut punya rasa yang pas dan tidak membuat cepat enek, sehingga cocok untuk konsumsi harian maupun saat bepergian.
