BPS Rangkul PT DSP dan Perusahaan KEK Setangga, Cara Baru Kumpulkan Data Ekonomi

Author: Cung Media

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanah Bumbu memilih cara yang lebih terarah untuk mengumpulkan data pelaku usaha di KEK Setangga. Melalui pengisian bersama kuesioner Sensus Ekonomi 2026, proses pendataan diarahkan agar lebih tertib, seragam, dan mudah dipahami peserta.

Skema ini dijalankan bersama PT Dua Samudera Perkasa (DSP) di Ruang Meeting Meranti, Lantai 6 Jhonlin Office Building (JOB). Kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku usaha di kawasan itu secara hybrid, sehingga pendampingan bisa menjangkau peserta yang hadir langsung maupun yang mengikuti dari jarak jauh.

Lebih mudah untuk kawasan dengan banyak perusahaan

Model pengisian bersama atau Ngibar dipilih karena KEK Setangga dihuni oleh banyak perusahaan dalam satu kawasan. BPS menilai pendekatan ini membantu pelaku usaha mengisi kuesioner dengan pendampingan yang lebih terarah tanpa mengurangi ketelitian data.

Kepala BPS Kabupaten Tanah Bumbu, Ihsan Nulhakim, menyampaikan apresiasi kepada PT Dua Samudera Perkasa atas dukungan fasilitas yang diberikan. Menurut dia, kerja sama dengan pengelola kawasan membuat proses pendataan berjalan lebih efektif.

Sejumlah perwakilan pelaku usaha ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Di antaranya PT Dua Samudera Perkasa, PT Jhonlin Energi Kalimantan, PT Jhonlin Agro Raya Tbk, PT Anugerah Barokah Energi Baru, PT Kodeco Agrojaya Mandiri, PT Anugerah Barokah Cakrawala, dan PT Andifa Perkasa Energi.

Perusahaan Keterlibatan Lokasi Kegiatan
PT Dua Samudera Perkasa Memfasilitasi pengisian bersama kuesioner Ruang Meeting Meranti, Lantai 6 Jhonlin Office Building
PT Jhonlin Energi Kalimantan Perwakilan pelaku usaha peserta Ruang Meeting Meranti, Lantai 6 Jhonlin Office Building
PT Jhonlin Agro Raya Tbk Perwakilan pelaku usaha peserta Ruang Meeting Meranti, Lantai 6 Jhonlin Office Building
PT Anugerah Barokah Energi Baru Perwakilan pelaku usaha peserta Ruang Meeting Meranti, Lantai 6 Jhonlin Office Building
PT Kodeco Agrojaya Mandiri Perwakilan pelaku usaha peserta Ruang Meeting Meranti, Lantai 6 Jhonlin Office Building
PT Anugerah Barokah Cakrawala Perwakilan pelaku usaha peserta Ruang Meeting Meranti, Lantai 6 Jhonlin Office Building
PT Andifa Perkasa Energi Perwakilan pelaku usaha peserta Ruang Meeting Meranti, Lantai 6 Jhonlin Office Building

Sensus Ekonomi 2026 punya cakupan yang lebih luas

Ihsan menegaskan bahwa Sensus Ekonomi adalah kegiatan nasional yang digelar setiap 10 tahun sekali. Tujuannya adalah memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian Indonesia.

Pada pelaksanaan 2026, cakupannya tidak hanya menyasar pelaku usaha nonpertanian. BPS juga akan mengumpulkan data sosial ekonomi rumah tangga sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan nasional.

Data yang dikumpulkan meliputi identitas usaha, jenis kegiatan usaha, jumlah tenaga kerja, omzet atau pendapatan, pemanfaatan teknologi, serta indikator ekonomi lainnya. Seluruh informasi itu diperlukan agar pemerintah memiliki potret yang lebih utuh tentang aktivitas ekonomi di lapangan.

Kerahasiaan data dan pendampingan pengisian

BPS menekankan bahwa kuesioner sebaiknya diisi oleh pihak yang paling memahami kondisi perusahaan. Cara ini dinilai penting supaya jawaban yang masuk akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ihsan juga menyampaikan bahwa data yang diberikan pelaku usaha dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan Undang-Undang Statistik. Data tersebut hanya dipakai untuk kepentingan statistik dan perencanaan pembangunan.

BPS menegaskan data itu tidak akan diberikan kepada instansi lain, termasuk untuk kepentingan perpajakan maupun penegakan hukum. Penjelasan ini diharapkan membuat pelaku usaha lebih tenang saat mengisi informasi yang diminta.

Selama kegiatan, peserta menerima tautan pengisian kuesioner secara mandiri. Tim BPS Kabupaten Tanah Bumbu kemudian mendampingi langsung proses itu agar setiap pertanyaan dipahami sesuai konsep dan definisi yang ditetapkan.

Pendampingan tersebut juga ditujukan untuk menjaga kualitas data sejak awal. Dengan pemahaman yang sama terhadap isi pertanyaan, potensi kesalahan pengisian bisa ditekan dan hasil sensus diharapkan lebih kuat sebagai dasar kebijakan ekonomi ke depan.

Source: www.medcom.id
Terbaru