BYD memasang target yang sangat berani di tengah persaingan otomotif global. Produsen asal Tiongkok itu yakin bisa melampaui Toyota dan menjadi pembuat mobil terbesar di dunia dalam lima tahun ke depan.
Keyakinan itu bukan sekadar ambisi kosong. Di saat permintaan kendaraan listrik dan plug-in hybrid terus naik, BYD justru menunjukkan laju pertumbuhan yang membuat peta persaingan industri otomotif mulai bergeser.
Laju ekspor jadi mesin tambahan
Mesin pertumbuhan terbesar BYD saat ini datang dari luar negeri. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, ekspor kendaraan perusahaan naik sekitar 65 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Brasil, Inggris, dan Australia menjadi pasar yang disebut ikut mendorong lonjakan tersebut. Bagi BYD, ekspansi ini penting karena ambisi menjadi nomor satu dunia tidak bisa hanya bertumpu pada pasar domestik.
Langkah agresif ke banyak negara juga memperlihatkan bagaimana merek Tiongkok semakin serius menantang dominasi pemain lama. Dalam konteks ini, BYD tidak hanya mengejar volume penjualan, tetapi juga memperluas pijakan globalnya.
Jarak ke Toyota masih lebar
Meski lajunya cepat, BYD masih menghadapi tantangan besar untuk menyalip Toyota. Pada 2025, BYD berada di posisi keenam produsen mobil terbesar dunia dengan penjualan sekitar 4,6 juta unit kendaraan.
Di sisi lain, Toyota masih memimpin pasar global dengan penjualan lebih dari 11 juta unit. Selisih yang lebar ini menunjukkan bahwa perjalanan BYD menuju posisi puncak masih panjang, meski arah pertumbuhannya sedang menguat.
Elektrifikasi jadi tumpuan utama
Wang Chuanfu, Chairman sekaligus pendiri BYD, menyampaikan optimisme itu dalam rapat tahunan pemegang saham di Shenzhen, Tiongkok. Ia melihat kendaraan listrik dan plug-in hybrid sebagai fondasi utama untuk mengejar target besar tersebut.
Fokus itu sejalan dengan perubahan pasar otomotif dunia yang makin mengarah ke elektrifikasi. BYD berupaya memanfaatkan momentum ini dengan kecepatan yang sulit diabaikan rival-rivalnya.
Teknologi baterai dan pengisian ikut diperkuat
Selain mengejar penjualan, BYD terus menanamkan investasi pada teknologi inti. Perusahaan disebut masih berinvestasi dalam teknologi baterai dan sistem pengisian daya cepat untuk menjaga daya saing.
BYD juga berencana memperluas jaringan infrastruktur pengisian ultra-cepat di Eropa. Rencana tersebut penting karena persaingan di wilayah itu ketat dan konsumen menaruh perhatian besar pada ekosistem kendaraan listrik.
Kehadiran jaringan pengisian yang lebih luas dapat memperkuat kepercayaan pasar terhadap produk BYD. Di tengah transisi industri yang cepat, kombinasi penjualan, ekspor, dan infrastruktur teknologi menjadi modal utama untuk mendekati target ambisius itu.
