BYD Shark resmi masuk Eropa dan langsung membawa ancaman baru di segmen pikap menengah. Model plug-in hybrid ini datang dengan tenaga besar, jarak tempuh panjang, dan karakter yang lebih dekat ke SUV modern daripada pikap diesel biasa.
Di pasar yang selama ini dikuasai mesin diesel, kehadiran Shark terasa berbeda. BYD menempatkannya sebagai pikap yang tetap nyaman untuk dipakai harian, tetapi juga siap menghadapi kerja berat, medan sulit, dan kebutuhan angkut.
Tenaga Besar, Tetap Efisien
Shark memakai mesin bensin 1.5 liter turbo yang dipadukan dengan dua motor listrik lewat teknologi Super Hybrid DMO. Kombinasi ini menghasilkan tenaga 436 hp dan torsi puncak 650 Nm.
Dengan output sebesar itu, Shark mampu melesat dari 0-100 km/jam dalam 5,7 detik. Untuk pikap berkonsep ladder frame, angka ini tergolong sangat impresif.
| Spesifikasi Utama | BYD Shark |
|---|---|
| Mesin | 1.5 liter turbo + 2 motor listrik |
| Tenaga | 436 hp |
| Torsi | 650 Nm |
| 0-100 km/jam | 5,7 detik |
| Baterai | Blade Battery 32,2 kWh |
| Jarak tempuh listrik murni | sekitar 90 km WLTP |
| Jarak tempuh total | 674 km |
Untuk efisiensi, BYD membekali Shark dengan Blade Battery 32,2 kWh. Mobil ini bisa berjalan sekitar 90 kilometer dalam mode listrik murni berdasarkan standar WLTP, sementara jarak tempuh totalnya diklaim mencapai 674 kilometer.
Badan Besar, Bak Siap Kerja
Dimensinya juga tidak kecil. Shark memiliki panjang 5.460 mm dan wheelbase 3.260 mm, sehingga kabin lima penumpang terasa lega dan bak belakangnya punya kapasitas sekitar 1.200 liter.
Kemampuan tariknya mencapai 2.500 kilogram. Angka ini membuat Shark bukan hanya cocok untuk gaya hidup, tetapi juga masih relevan sebagai kendaraan kerja yang fungsional.
Siap Diajak Masuk Medan Berat
BYD memasang Intelligent All-Wheel Drive dengan beberapa mode berkendara, termasuk pasir, lumpur, salju, dan kerikil. Suspensi independen double wishbone di depan dan belakang dipakai untuk menjaga kenyamanan sekaligus stabilitas.
Ground clearance 230 mm, sudut pendekatan 31 derajat, dan sudut keberangkatan 19,3 derajat mempertegas fokusnya pada kemampuan jelajah. Shark pun tidak hanya ditujukan untuk jalan raya, tetapi juga untuk petualangan di luar aspal.
Kabin Lebih Mirip SUV Modern
Masuk ke interior, Shark menawarkan panel instrumen digital 10,25 inci dan layar infotainment 15,6 inci. Dukungan nirkabel untuk Apple CarPlay dan Android Auto juga tersedia.
Fitur kenyamanan lain mencakup Head-Up Display, kursi depan berpemanas dan berventilasi, wireless charger, serta sistem audio premium Dynaudio dengan 12 speaker. Ada juga Vehicle-to-Load atau V2L dengan daya hingga 6,6 kW dan dua stopkontak.
Dengan V2L, kendaraan ini bisa menyuplai listrik untuk perangkat kerja atau kebutuhan berkemah. Fitur itu menambah sisi praktis Shark di luar fungsi utamanya sebagai pikap.
Harga, Waktu Kirim, dan Keamanan
Untuk pasar Eropa, BYD Shark dipasarkan dalam satu varian dengan harga mulai £47.290 atau sekitar Rp1 miliar. Pemesanan sudah dibuka, sementara pengiriman unit pertama dijadwalkan pada kuartal keempat tahun 2026.
Dari sisi keselamatan, Shark dibekali Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, Blind Spot Monitoring, Forward dan Rear Collision Warning, Rear Cross Traffic Alert, kamera 360 derajat, TPMS, tujuh airbag, dan ISOFIX. Paket ini membuatnya tampil sebagai pikap elektrifikasi yang serius soal perlindungan penumpang.
Dengan kombinasi 436 hp, jarak tempuh total 674 kilometer, serta pendekatan plug-in hybrid yang berbeda dari pikap diesel konvensional, BYD Shark berpeluang menjadi penantang kuat di segmen pikap menengah Eropa. Jika kelak masuk Indonesia, model ini bisa menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang menginginkan kendaraan kerja sekaligus mobil keluarga dengan teknologi ramah lingkungan.







