Dorongan untuk bus listrik Trans Jateng semakin kuat seiring rencana pemerintah provinsi memperluas armada dan membuka koridor baru. Namun, di balik janji transportasi yang lebih nyaman dan bersih, kesiapan infrastruktur masih menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menilai pengembangan armada listrik adalah langkah penting untuk menghadirkan transportasi publik yang lebih modern dan ramah lingkungan. Ia juga melihat modernisasi angkutan massal sebagai cara untuk membantu mengurangi kemacetan di daerah.
Fokus pada layanan yang lebih menarik bagi warga
Menurut Saleh, masyarakat akan lebih tertarik beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum bila layanan yang ditawarkan semakin nyaman, modern, dan mudah diakses. Karena itu, pengembangan bus listrik dinilai bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kualitas layanan publik yang terasa langsung oleh pengguna.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri telah menyiapkan 14 unit bus listrik untuk mendukung pembukaan koridor baru Trans Jateng. Rute yang disiapkan adalah Temanggung–Kota Magelang–Kabupaten Magelang, dengan target mulai beroperasi pada 2027.
Selain untuk koridor baru tersebut, 14 unit bus listrik lain juga disiapkan untuk peremajaan armada Trans Jateng di koridor Bawen–Semarang. Jalur ini selama ini dikenal memiliki mobilitas tinggi dan menjadi salah satu titik penting layanan transportasi publik di Jawa Tengah.
Infrastruktur pengisian ikut disorot
Meski rencana ekspansi terlihat ambisius, Saleh menekankan bahwa armada listrik tidak akan berjalan optimal tanpa fasilitas pendukung yang memadai. Salah satu yang paling disorot adalah ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di titik-titik strategis.
Ia mengingatkan agar pengadaan bus listrik dilakukan seiring dengan kesiapan infrastruktur, bukan berjalan sendiri. Tanpa dukungan pengisian yang cukup, manfaat dari armada listrik bisa terhambat sebelum benar-benar dirasakan masyarakat.
Saleh juga meminta kajian yang matang terkait sistem operasional dan skema pengadaan bus listrik. Saat ini, rencana pengembangan armada Trans Jateng masih dalam tahap kajian untuk menentukan model penerapan yang paling efektif dan berkelanjutan.
Dampak yang diharapkan meluas
Selain mendorong layanan transportasi yang lebih bersih, Saleh menilai transportasi berbasis listrik juga berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Mobilitas masyarakat yang lebih baik dinilai dapat memberi efek lanjutan bagi aktivitas ekonomi di Jawa Tengah.
Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Saleh menegaskan harapannya agar transportasi publik di daerah itu terus maju tanpa meninggalkan aspek keberlanjutan lingkungan. Ia menempatkan kenyamanan, aksesibilitas, dan efisiensi sebagai kunci agar masyarakat semakin percaya pada transportasi umum.
