Bus ALS Terbakar Usai Tabrak Tangki BBM, Polisi Temukan Tabung Gas dan 2 Motor di Muatan

Polisi menemukan muatan yang diduga di luar ketentuan di dalam bus ALS yang tabrakan dengan mobil tangki BBM di Muratara, Sumatera Selatan. Di antara barang yang ditemukan ada tabung gas dan dua unit sepeda motor, temuan yang membuat penyelidikan kini meluas dari sekadar penyebab kecelakaan menjadi dugaan pelanggaran angkutan.

Temuan itu muncul saat Polda Sumatera Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya. Kecelakaan ini berujung ledakan dan kebakaran hebat, dengan korban jiwa mencapai 16 orang.

Barang muatan ikut diselidiki

Selain tabung gas dan dua motor, petugas juga menemukan kursi, dipan kayu, serta alat mesin motor di dalam bus. Polisi menilai temuan itu mengindikasikan adanya barang bawaan di luar ketentuan dan masih mendalaminya lebih lanjut.

Polda Sumsel tidak hanya memusatkan perhatian pada benturan antara bus dan truk tangki. Aparat juga menelusuri seluruh aspek yang bisa memperberat dampak insiden, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran dalam pengangkutan muatan.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Rupit, sementara truk tangki milik PT Seleraya datang dari arah berlawanan.

Berdasarkan penyelidikan awal, pengemudi bus berinisial A diduga berupaya menghindari lubang di jalan. Saat manuver itu, bus disebut mengambil jalur kanan hingga terjadi tabrakan frontal yang memicu ledakan dan kebakaran besar.

Korban jiwa dan luka bakar

Dampak kecelakaan sangat fatal. Sebanyak 16 orang meninggal dunia, terdiri dari 14 penumpang bus dan dua kru truk tangki.

Selain korban meninggal, tiga orang mengalami luka bakar serius. Ketiganya kini menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Rupit.

Satu kenek bus dilaporkan mengalami luka ringan. Saat ini, yang bersangkutan menjalani pemeriksaan di Satlantas Polres Muratara.

Identifikasi korban diprioritaskan

Di tengah penyelidikan, kepolisian memprioritaskan identifikasi korban melalui operasi Disaster Victim Identification atau DVI. Langkah ini ditempuh agar seluruh korban dapat dikenali secara ilmiah dan akurat.

Sebanyak 16 kantong jenazah yang sebelumnya dievakuasi ke RSUD Lubuk Linggau telah dipindahkan ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang. Pemindahan dilakukan untuk melanjutkan proses identifikasi dengan dukungan tim yang lebih lengkap.

Operasi DVI itu dipimpin langsung oleh Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Dr. Wahyu Hidajati. Tim ahli dari DVI Pusdokkes Polri juga diterjunkan untuk mempercepat proses identifikasi.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menegaskan penanganan dilakukan secara maksimal oleh jajaran kepolisian dan tim medis.

Nandang menyebut insiden ini sebagai musibah besar yang sangat memilukan. Ia juga mengatakan seluruh kekuatan, mulai dari Polres Muratara, Polda Sumsel, RS Bhayangkara, hingga Tim DVI Pusdokkes Polri, bekerja tanpa henti agar keluarga korban segera mendapat kepastian.

Jalan berlubang ikut disorot

Di luar temuan muatan bus, polisi juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan di lokasi kejadian. Dugaan adanya lubang di ruas Jalan Lintas Sumatera yang disebut memicu awal tabrakan akan ditelusuri lebih lanjut bersama pihak terkait.

Aspek itu dinilai penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan. Penelusuran terhadap kondisi jalan dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan kendaraan, muatan, dan keterangan pihak-pihak yang terlibat.

Kasus ini kini berkembang menjadi penyelidikan yang mencakup beberapa lapis persoalan sekaligus. Polisi tidak hanya menelusuri momen tabrakan frontal antara bus dan truk tangki, tetapi juga mendalami apakah temuan tabung gas, dua motor, dan barang lain di dalam bus menunjukkan pelanggaran dalam angkutan penumpang umum.

Sementara itu, proses identifikasi korban masih terus berjalan di Palembang. Kepolisian menargetkan seluruh korban dapat teridentifikasi secepat mungkin agar keluarga segera memperoleh kepastian di tengah duka akibat kecelakaan maut di Jalinsum Karang Jaya tersebut.

Source: oto.detik.com

Baca Juga

Back to top button