Buffett Yakin Kevin Warsh Punya Modal Kuat Jaga Inflasi 2%, Ini Alasannya

Warren Buffett menaruh keyakinan besar pada Kevin Warsh di tengah sorotan terhadap arah kebijakan moneter the Federal Reserve. Fokus Warsh pada inflasi 2% dan pasar kerja yang kuat menjadi alasan utama mengapa Buffett menilai dirinya cocok memegang peran penting itu.

Pernyataan Buffett ini muncul saat Warsh baru mulai menjalankan tugas barunya di bank sentral Amerika Serikat. Di saat yang sama, Warsh juga sedang mendorong perubahan rezim kebijakan the Fed dan menekankan pentingnya menekan inflasi yang kembali menjadi perhatian pasar.

Buffett melihat Warsh sebagai sosok yang serius

Mengutip CNBC, Buffett mengatakan, “Saya pikir dia akan melakukan yang terbaik untuk mencapai tugas yang diberikan kepadanya, yaitu inflasi 2%, dan mempertahankan lapangan kerja maksimal.” Ia juga menambahkan, “Dia peduli pada negara ini.”

Menurut Buffett, kepedulian itu memang tidak otomatis membuat semua keputusan menjadi benar. Namun, ia menilai beban tanggung jawab dalam posisi seperti itu membuat setiap langkah kebijakan menjadi sangat sulit.

Warsh membawa sinyal perubahan di the Fed

Warsh mengambil alih kepemimpinan the Fed pada Mei setelah dinominasikan Presiden Donald Trump dan dikonfirmasi oleh Kongres. Ia kemudian menyampaikan pandangan awal yang menandai dorongan untuk menata ulang arah kebijakan bank sentral.

Dalam kesaksian pertamanya di Kongres, Warsh menegaskan perlunya perubahan rezim kebijakan the Fed. Ia juga dijadwalkan kembali ke Capitol untuk memberi kesaksian di hadapan Komite Perbankan Senat.

Ekonomi AS dinilai masih tangguh

Warsh menggambarkan aktivitas ekonomi AS sebagai solid, dengan konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh moderat. Ia juga menyebut output manufaktur meningkat stabil sepanjang tahun ini, meski sektor perumahan masih tertinggal.

Salah satu perhatian terbesarnya justru datang dari investasi bisnis yang melonjak. “Laju yang cepat, yang tampaknya semakin meningkat, sebagian besar mencerminkan pembangunan pusat data dan permintaan yang sangat besar untuk peralatan dan perangkat lunak terkait AI yang mengisinya,” ujar Warsh.

Pokok PernyataanIsi UtamaAtribusi
Target kebijakanInflasi 2% dan lapangan kerja maksimalWarren Buffett
Kondisi ekonomiAktivitas solid, konsumsi moderat, manufaktur naik stabilKevin Warsh
Risiko yang dipantauImplikasi investasi AI terhadap inflasi dan tenaga kerjathe Fed

Warsh menegaskan bahwa the Fed perlu memantau dampak perkembangan tersebut terhadap inflasi dan pasar tenaga kerja. Ledakan investasi yang didorong AI, menurutnya, bukan hanya sinyal pertumbuhan, tetapi juga faktor yang harus diawasi ketat.

Dalam pandangannya, produktivitas AS masih kuat bahkan sebelum adopsi artificial intelligence meningkat seperti sekarang. Ia juga menilai pasar kerja tetap stabil secara luas, dengan pengangguran yang rendah, PHK yang sedikit, dan penciptaan lapangan kerja yang berjalan seiring angkatan kerja.

Pasar kerja dan produktivitas jadi penyangga utama

Warsh menyebut masih ada sedikit variasi pada tingkat lowongan pekerjaan dan pertumbuhan upah nominal yang solid. Gambaran itu memperlihatkan ekonomi yang relatif seimbang, meski tekanan inflasi tetap menjadi fokus utama the Fed.

Ia juga membentuk lima gugus tugas untuk mengeksplorasi cara meningkatkan pelaksanaan kebijakan moneter. Warsh mengatakan langkah itu penting agar the Fed bisa membuat keputusan yang lebih baik dan meninggalkan periode inflasi tinggi di belakang.

“Kita memiliki kewajiban untuk mengarahkan lembaga ini ke depan, untuk melihat kembali praktik-praktik saat ini guna memastikan kita melayani tujuan kita,” kata Warsh. Ia menambahkan, “Tujuannya di sini adalah untuk membekali Fed agar dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam kebijakan moneter dan untuk meninggalkan tahun-tahun inflasi tinggi ini di belakang kita.”

Dengan dukungan dari Buffett dan agenda perubahan yang mulai ia bawa, Warsh kini berada di pusat perhatian pasar. Arah kebijakan the Fed berikutnya akan sangat ditentukan oleh bagaimana ia menyeimbangkan inflasi 2%, produktivitas, dan kekuatan pasar kerja.

Source: www.liputan6.com
Terkait