
BTN memperluas perannya di sektor riil dengan masuk ke ekosistem koperasi pasar melalui kemitraan bersama Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas). Langkah ini diarahkan untuk mendorong digitalisasi koperasi sekaligus membuka akses layanan keuangan yang lebih dekat bagi pedagang pasar tradisional.
Kerja sama tersebut menempatkan koperasi pasar sebagai penghubung penting antara pedagang dan layanan perbankan. BTN menyiapkan layanan perbankan digital, pengelolaan retribusi pasar secara digital, serta akses pembiayaan usaha bagi anggota koperasi, termasuk Kredit Usaha Rakyat.
Digitalisasi menjadi pintu layanan yang lebih luas
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak berhenti pada transaksi harian. Menurut dia, kemitraan dengan Inkoppas juga diarahkan untuk membuka ruang pembiayaan usaha agar kapasitas pedagang dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pendekatan itu relevan karena pasar tradisional masih menjadi ruang ekonomi besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Dengan sistem digital yang lebih tertata, aktivitas keuangan di koperasi dan pasar bisa tercatat lebih rapi dan mudah ditelusuri.
Retribusi pasar ikut diarahkan ke sistem digital
Salah satu fokus kerja sama adalah digitalisasi pengelolaan pasar, termasuk pembayaran retribusi. Integrasi ini diharapkan membuat proses pungutan lebih transparan, efisien, dan terdokumentasi dengan baik.
Pencatatan transaksi digital juga memberi manfaat bagi proses pembiayaan. Rekam jejak yang tersusun rapi dapat menjadi dasar penilaian yang lebih terukur bagi lembaga keuangan saat menyalurkan kredit kepada pedagang.
BTN siapkan fasilitas transaksi di area pasar
Untuk mendukung aktivitas sehari-hari, BTN menyiapkan sejumlah layanan pembayaran di lingkungan koperasi dan pasar. Fasilitas itu mencakup pemasangan QRIS Bale Merchant, mesin EDC, serta pembukaan Bale Agen di koperasi maupun area pengelolaan pasar.
BTN juga menyiapkan community apps bagi anggota koperasi dan pedagang pasar. Platform berbasis komunitas ini ditujukan untuk mendukung aktivitas usaha sekaligus memperkuat ekosistem keuangan di sekitar pasar tradisional.
Inkoppas menilai digitalisasi sudah menjadi kebutuhan
Ketua Umum Inkoppas Yudianto Tri menilai digitalisasi dan akses pembiayaan bukan lagi pilihan tambahan bagi pedagang pasar. Ia menyebut perubahan pola ekonomi membuat pelaku pasar tradisional perlu layanan keuangan yang lebih luas dan lebih mudah dijangkau.
Melalui kemitraan ini, Inkoppas berharap anggota koperasi dapat mengakses pembayaran digital, pengelolaan transaksi, dan dukungan pembiayaan usaha dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Kerja sama tersebut juga diproyeksikan mempercepat transformasi pasar tradisional agar lebih siap mengikuti perubahan perilaku transaksi masyarakat.
Dorong inklusi keuangan di sektor pasar tradisional
BTN menyebut langkah ini sebagai bagian dari perluasan inklusi keuangan di sektor pasar tradisional. Bank pelat merah itu juga membuka peluang pembiayaan lain, termasuk kredit produktif, untuk mendukung pengembangan usaha pedagang.
Arah kerja sama tidak hanya membangun layanan digital, tetapi juga memperluas akses permodalan bagi UMKM berbasis pasar. Dengan transaksi yang lebih tertib, pencatatan yang lebih jelas, dan skema pembiayaan yang lebih terukur, koperasi pasar diposisikan sebagai pintu penting untuk menjangkau pedagang dalam skala yang lebih luas.
Dalam konteks pasar tradisional, kolaborasi BTN dan Inkoppas menunjukkan bahwa digitalisasi bisa berjalan berdampingan dengan kebutuhan dasar pedagang terhadap modal usaha. Jika implementasinya konsisten, koperasi pasar berpeluang menjadi simpul layanan keuangan yang lebih modern tanpa kehilangan kedekatannya dengan aktivitas ekonomi harian para pedagang.
Source: mediaindonesia.com




