BRI Danareksa Sekuritas menaikkan rating sektor perbankan menjadi overweight setelah menilai koreksi saham bank sudah terlalu dalam dibandingkan fundamentalnya. Di tengah tekanan ekonomi eksternal dan domestik yang belum sepenuhnya reda, industri perbankan nasional masih dipandang punya ruang tumbuh yang solid.
Penguatan kredit investasi menjadi alasan utama di balik pandangan itu. Saat kredit konsumsi melambat karena daya beli masyarakat melemah, total penyaluran kredit industri tetap mampu bertahan di level 9,9 persen secara tahunan.
Kredit investasi tetap menjadi mesin pertumbuhan
Hingga April 2026, kredit investasi tercatat melonjak 19 persen secara tahunan. Angka ini jauh melampaui pembiayaan konsumsi yang hanya bertahan di kisaran 5 persen hingga 6 persen.
Victor Stefano, analis BRI Danareksa Sekuritas, menilai pertumbuhan industri perbankan kini semakin ditopang oleh kredit investasi. Ia juga melihat porsi pembiayaan investasi terus membesar dalam tiga tahun terakhir, sementara kontribusi kredit modal kerja justru menurun.
Perubahan komposisi itu dianggap menunjukkan masih kuatnya mesin pertumbuhan perbankan. Di sisi lain, Victor menyebut sudah mulai terlihat indikasi pemulihan pada kredit modal kerja.
| Indikator | Performa | Keterangan |
|---|---|---|
| Total kredit industri | 9,9% | Pertumbuhan tahunan tetap terjaga |
| Kredit investasi | 19% | Data hingga April 2026 |
| Pembiayaan konsumsi | 5%-6% | Masih melambat |
Kualitas aset konsumsi masih jadi perhatian
Meski prospek sektor dinilai solid, risiko di kredit konsumsi belum sepenuhnya hilang. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan di segmen ini naik menjadi 2,4 persen pada April 2026, dari 2,2 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan tersebut terjadi seiring pengetatan standar kredit ritel. Kondisi itu membuat bank tetap harus berhati-hati dalam menyalurkan kredit konsumsi, terutama ketika pertumbuhannya masih tertahan.
Victor menegaskan bahwa perbankan masih mengandalkan pertumbuhan berbasis investasi sambil menjaga kehati-hatian pada segmen konsumsi. Menurut dia, total pertumbuhan kredit industri masih terjaga di level yang sehat meski beberapa segmen melambat.
Valuasi saham bank dinilai menarik
BRI Danareksa Sekuritas menilai koreksi harga saham bank belakangan ini sudah terlalu dalam dan tidak mencerminkan kondisi fundamental. Penurunan yang tajam itu menjadi dasar utama kenaikan rating sektor perbankan menjadi overweight.
Di sisi valuasi, kondisi saat ini justru dianggap sangat menarik setelah koreksi. Namun, BRIDS tetap mengingatkan bahwa sektor ini masih menghadapi sejumlah risiko proyeksi.
Risiko tersebut mencakup penurunan kualitas aset yang lebih dalam dan tekanan pada margin bunga bersih atau net interest margin. Dua faktor itu dinilai perlu diwaspadai karena bisa memengaruhi kinerja bank ke depan.
BBCA dan BTPS tetap jadi pilihan utama
Dalam pilihan saham, BRIDS masih menjagokan BBCA sebagai preferensi utama. Setelah itu, BTPS juga masuk daftar pilihan karena dinilai memiliki profitabilitas tinggi dan leverage yang lebih rendah.
Kondisi leverage yang lebih rendah membuat BTPS lebih mampu meredam potensi kenaikan biaya kredit. Di tengah tantangan yang masih ada, BRIDS melihat kombinasi pertumbuhan investasi, pemulihan modal kerja, dan valuasi yang menarik sebagai alasan optimisme terhadap sektor perbankan nasional.
