BRICS Salip G7, Putin Sebut Pusat Pertumbuhan Ekonomi Dunia Bergeser Ke Selatan

Peta kekuatan ekonomi dunia mulai bergeser ke arah yang lebih luas, dan BRICS kini tampil sebagai kelompok yang semakin dominan. Vladimir Putin menilai perubahan itu menandai berakhirnya masa ketika negara maju sendirian menentukan arah ekonomi global.

Dalam sesi pleno St. Petersburg International Economic Forum, Putin mengatakan pusat pertumbuhan tidak lagi terkonsentrasi di negara-negara Barat. Ia melihat negara berkembang, terutama di belahan bumi selatan, makin mengambil peran penting dalam membentuk arsitektur ekonomi internasional.

BRICS Menguat di Tengah Pergeseran Global

Putin menegaskan bahwa perubahan yang terjadi bukan hanya soal pertumbuhan angka, tetapi juga transformasi struktur ekonomi dunia. Ia menyebut munculnya kelas menengah baru, menguatnya industri domestik, kemajuan sains dan teknologi, serta meluasnya pasar di banyak negara berkembang sebagai tanda perubahan itu.

Menurut Putin, dinamika tersebut membuat pertumbuhan ekonomi menjadi lebih merata. Ia menyebut dunia kini menjadi lebih adil karena pertumbuhan menyebar ke semakin banyak negara.

Kontribusi BRICS Melampaui G7

Di hadapan peserta forum, Putin menyampaikan bahwa BRICS kini menjadi motor penting pertumbuhan ekonomi dunia. Ia mengatakan hampir separuh pertumbuhan ekonomi global dalam lima tahun terakhir berasal dari negara-negara BRICS.

Data yang ia paparkan menunjukkan sekitar 49 persen pertumbuhan ekonomi dunia berasal dari BRICS, sedangkan kontribusi G7 hanya sekitar 18 persen. Putin juga menyebut bahwa pada periode 2020-2025, ekonomi global tumbuh rata-rata 4,1 persen per tahun, dengan 2 persen di antaranya berasal dari BRICS dan hanya 0,8 persen dari G7.

Ia bahkan menyatakan BRICS telah melampaui G7 dari sisi kontribusi terhadap produk domestik bruto dunia berdasarkan paritas daya beli. Pangsa BRICS disebut mencapai 40 persen, sementara G7 berada di bawah 29 persen.

Proyeksi Masih Menguntungkan BRICS

Putin juga mengutip proyeksi lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia yang menunjukkan BRICS diperkirakan tetap tumbuh lebih cepat dari rata-rata dunia. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi global hanya diperkirakan mencapai 1,1 persen per tahun, sedangkan negara-negara BRICS bisa tumbuh lebih dari 4 persen.

Gambaran itu membuat BRICS terlihat bukan lagi sekadar forum kerja sama negara berkembang. Kelompok ini kini dipandang sebagai aktor besar dalam peta ekonomi internasional yang makin tersebar.

Pergeseran tersebut juga memperkuat posisi negara-negara yang sebelumnya berada di pinggiran ekonomi global. Di saat pusat pertumbuhan makin menyebar, BRICS mendapat ruang lebih besar untuk memengaruhi arah ekonomi dunia ke depan.

Source: www.medcom.id

Terkait